Logo Bloomberg Technoz

SUBSIDI ENERGI

Harga BBM Diusulkan Naik Tipis-tipis, Cegah Migrasi ke Pertalite

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 September 2026 13:50

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan nonsubsidi jenis Pertamax secara tipis dan bertahap. 

Dia menilai penyesuaian harga Pertalite di rentang Rp500—Rp1.000/liter, serta Pertamax senilai Rp500—Rp1.500/liter menjadi langkah terbaik untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menghemat anggaran negara.

“Sehingga ditemukan harga BBM subsidi yang masih terjangkau dan jarak antara BBM subsidi dan nonsubsidi yang relatif tidak terlalu lebar,” kata Wijayanto saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026). 

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Perpindahan Konsumen

Menurutnya, selisih harga yang tidak terlalu lebar dapat mencegah terjadinya perpindahan konsumen BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi secara masif.