Logo Bloomberg Technoz

Rezwar mengatakan pelatihan tersebut berlangsung pada 20 September 2025. Setelah itu, saat peringatan HUT ke-80 TNI pada 2025, mereka kembali mengikuti kegiatan dan menginap di barak selama dua pekan untuk menjalankan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).

Affan mengaku sebelumnya belum mengenal KKRI. Dia baru mengetahui program tersebut setelah ada sosialisasi dari TNI Angkatan Udara ke sekolahnya yang memperkenalkan Korps Kadet Republik Indonesia.

Selama menjadi anggota, para siswa diajarkan PBB dan kepemimpinan. Affan mengatakan pengalaman tersebut membuatnya senang karena dapat menambah pengalaman dalam berorganisasi dan memimpin kelompok.

"Di Korps Kadet Republik Indonesia kami diajarkan cara PBB, cara memimpin. Pokoknya selama kami latihan 3 hari 2 malam itu, kami banyak kegiatan yang seru dan itu bisa menambah pengalaman kami," kata Affan.

Dia juga mengatakan para pelatih dari TNI cukup tegas selama memberikan pelatihan. Namun, menurutnya, ketegasan tersebut tidak disertai sikap kasar atau membentak sehingga dapat melatih kedisiplinan para siswa.

"Selama di sana pelatih dari TNI-nya cukup tegas dan itu bisa melatih kedisiplinan kita. Walaupun dia tegas tapi dia nggak kasar atau membentak gitu," ujarnya.

Adapun untuk kegiatan rutin, Alhamdi mengatakan sejauh ini belum terdapat latihan rutin. Namun, setelah peluncuran ekstrakurikuler KKRI, para siswa memperkirakan kegiatan latihan akan dilakukan secara rutin.

Selain pengalaman dalam pelatihan, KKRI juga membuka peluang beasiswa bagi siswa. Alhamdi mengatakan terdapat program beasiswa untuk menjadi pilot TNI AU bagi siswa yang memenuhi persyaratan tertentu, termasuk hasil tes IQ.

"Kebetulan di program KKRI ini ada program beasiswa untuk menjadi pilot TNI AU. Jadi  untuk anak-anak, siswa-siswi yang memiliki IQ di atas 120 ke atas, mereka akan mendapatkan beasiswa untuk menjadi pilot Angkatan Udara," kata Alhamdi.

Rezwar mengatakan tes IQ untuk program tersebut dilakukan setelah para siswa mengikuti upacara HUT TNI pada 2025. Menurut dia, di sekolahnya sudah terdapat dua angkatan yang mengikuti proses tersebut.

Untuk saat ini, Alhamdi mengatakan informasi mengenai program beasiswa yang mereka terima baru berasal dari TNI Angkatan Udara. Sementara peluang beasiswa dari Angkatan Darat maupun Angkatan Laut belum mendapatkan informasi lebih lanjut.

Ketiga siswa tersebut juga menyatakan akan mengikuti tes untuk mendapatkan peluang beasiswa tersebut. Affan berharap ke depan program beasiswa KKRI tidak hanya ditujukan untuk program penerbang, tetapi juga program studi lainnya di perguruan tinggi negeri.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan KKRI merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat pilihan bagi siswa tingkat SMA.

"Iya ini peluncuran KKRI kan. Yang merupakan ekstrakurikuler, ya, di tingkat SMA dan bersifat pilihan. Jadi ekstrakurikuler yang wajib itu, kan, hanya Pramuka. Jadi untuk KKRI ini sifatnya pilihan, ya," kata Atip.

Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema mengatakan bela negara tidak selalu berkaitan dengan pengabdian sebagai prajurit.

Menurut Gabriel, bagi pelajar, bela negara dapat dimulai dari kegiatan sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin di sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan teman untuk merawat persatuan.

Ia juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi perundungan dan menggunakan teknologi secara bijak. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut dapat membentuk karakter yang kuat.

"Berbicara bela negara pun bukan hanya tentang pengabdian sebagai prajurit. Bagi seorang pelajar, bela negara dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana," kata Gabriel.

(dec)

No more pages