Logo Bloomberg Technoz

"Bank sentral global seperti The Fed dan BoJ juga menaikkan suku bunga sehingga memberikan tekanan pada kurs mata uang emerging market seperti Indonesia," kata David kepada Bloomberg Technoz. 

David menambahkan, sampai akhir tahun BI Rate diperkirakan masih ada peluang naik 25-50 bps seiring dengan ekspektasi kenaikan Fed Rate sekali lagi pada Desember. 

Proyeksi David sejalan dengan Sanjay Mathur dari ANZ Bank dan Fikri C. Permana dari KB Valbury Sekuritas. 

“Perhatian market kemungkinan bukan hanya pada keputusan suku bunga, tetapi terutama pada statement dan forward guidance BI terkait pelemahan rupiah, stabilitas pasar keuangan, serta respons terhadap tingginya yield global,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta dalam catatannya, Rabu (23/9/2026).

Sebelumnya, tekanan terhadap IHSG relatif besar karena rupiah melemah 0,21% di level Rp17.884 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun mengalami stagnan di level 7,12%.

Nafan menyematkan level support 6.175 dan 6.106 pada indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan titik resistance di 6.371 dan 6.452.

“Untuk perdagangan Rabu, 23 September 2026, sentimen IHSG bisa dikategorikan mixed-to-cautiously positive dengan peluang technical rebound selama IHSG masih bertahan di area MA60,” kata Nafan.

Sebelumnya, IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 pada perdagangan kemarin, setelah sempat menguat ke 6.451.

Tekanan terutama berasal dari sektor energi (-2,2%) dan utilitas (-1,9%), dengan BYAN, BMRI, TLKM, BBRI, dan BREN menjadi beberapa pemberat utama.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 22 September 2026 (Bloomberg)

Sentimen risk-off masih dipengaruhi harga minyak sekitar US$100/barel dan UST 10Y yang bertahan dekat 5% pasca hawkish The Fed.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan sebagian besar sentimen untuk pasar modal bakal berasal dari respons BI terhadap tekanan rupiah dan kenaikan yield global.

“Dengan ekspektasi pasar masih mengarah pada hold BI Rate 5,75% dan optimalisasi intervensi valas,” kata Reza dalam catatannya.

Menurut Reza, IHSG berpotensi menguji support 6.200-6.180. “Investor perlu menunggu momentum dan reaksi harga di area tersebut sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya,” kata Reza.

Tekanan Rupiah

Rupiah menutup perdagangan Selasa (22/9/2026) dengan pelemahan 0,19% ke posisi Rp17.872/US$, sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona merah. 

Harga minyak kembali menguat menjadi penahan laju penguatan mata uang kawasan hari ini. Kenaikan harga Brent 1,28% ke US$101,62/US$ terpicu oleh risiko pasokan di Timur Tengah yang masih tinggi, usai sebuah kapal tanker dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz.

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS pada Selasa (22/9/2026). (Bloomberg)

Di saat yang sama, kabar bahwa produksi di ladang minyak terbesar Libya juga anjlok lebih dari separuh, setelah sebuah pipa terminal ekspor ditutup oleh kelompok bersenjata. Bloomberg News melaporkan bahwa ladang minyak Sharara saat ini hanya memproduksi 127 ribu barel per hari.

Risiko pasokan yang meningkat dan ketidakpastian geopolitik Di pasar mata uang, yen Jepang melemah bersama rupiah, yuan offshore, yuan China, dolar Singapura, baht Thailand, rupee India dan ringgit Malaysia. 

Sebaliknya, penguatan terjadi pada won Korea Selatan yang ditopang oleh masuknya aliran modal asing di pasar saham. Begitu juga dolar Taiwan, menguat bersama peso Filipina, dan dolar Hong Kong. 

Namun, tekanan cukup beragam bagi pasar surat utang. Pasar obligasi yang mengalami aksi jual di antaranya Taiwan dengan obligasi tenor 10 tahun turun 4,4 bps ke 1,85%, disusul Thailand terpangkas 3,4 bps ke 2,18%. Begitu juga Singapura turun 2,1 bps ke 2,38%. Bahkan obligasi pemerintah Malaysia terpangkas paling dalam 9,2 bps ke 3,82%. 

Sebaliknya, obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun masih mencatat kinerja dengan kenaikan 0,6 bps ke 7,07%, bersama India naik 0,8 bps jadi 7,05%. 

Pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan moneter Tanah Air oleh Bank Indonesia (BI) yang besok akan mengumumkan suku bunga acuannya. 

(naw)

No more pages