Logo Bloomberg Technoz

Gejala influenza umumnya muncul dengan cepat, antara lain demam, sakit kepala, nyeri badan, sakit tenggorokan, batuk kering, lelah, dan mudah merasa capek. Gejala biasanya mencapai puncak pada hari keempat hingga kelima sebelum memasuki fase penyembuhan. Meski demikian, rasa tidak nyaman dapat bertahan hingga lebih dari dua minggu.

Influenza juga dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada saluran pernapasan. Pada anak yang memiliki asma, influenza dapat memicu kekambuhan. Selain itu, infeksi influenza juga dapat berkaitan dengan gangguan kardiovaskular.

Anggraini menekankan influenza berbeda dengan selesma yang umumnya memiliki gejala lebih ringan dan berkembang secara bertahap.

"Pada influenza, demam, sakit kepala, nyeri badan, dan rasa lelah cenderung muncul lebih cepat dan lebih berat,"katanya.

Untuk pencegahan, vaksinasi influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan sesuai rekomendasi imunisasi IDAI. Selain vaksinasi, masyarakat dianjurkan menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika sakit, mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, serta menjaga ventilasi ruangan.

Influenza dapat menular melalui droplet maupun secara tidak langsung melalui permukaan yang terkontaminasi. Anggraini mengatakan virus dapat bertahan lebih lama pada permukaan tertentu sehingga kebersihan tangan dan lingkungan menjadi bagian penting dari pencegahan.

"Untuk pengobatan, salah satu antivirus yang dapat digunakan adalah oseltamivir dengan dosis yang disesuaikan usia dan berat badan. Namun, penggunaan obat pada anak memiliki batasan tertentu dan sebaiknya dilakukan sesuai arahan dokter," ungkapnya.

Antibiotik tidak direkomendasikan untuk mengatasi influenza karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus.

Sementara itu, anak yang terinfeksi influenza dapat menularkan virus lebih lama dibandingkan orang dewasa. Secara umum, penularan dapat berlangsung sejak 24 jam sebelum munculnya gejala hingga sekitar lima hari setelah gejala muncul. Pada anak, periode penularan dapat berlangsung hingga sekitar 10 hari.

"Kalau dirasa, dikatakan adalah 24 jam tidak demam tanpa obat. Dan ingat ya, tidak batuk-batuk atau lemes begitu, ya kalau seperti itu jangan dulu bekerja," kata Anggraini.

Influenza A memang menjadi perhatian karena dapat mengalami mutasi, termasuk melalui interaksi dengan hewan. Menurutnya, mutasi tertentu berpotensi memicu penyebaran yang lebih luas.

"Flu A ini yang kita harus hati-hati karena dia ini hobinya cepat sekali mutasi, tidak hanya manusia, hewan pun juga dan terutama menjadi perhatian kita adalah babi," ujar Anggraini.

(dec/del)

No more pages