Logo Bloomberg Technoz

Akhmad menyatakan sumber air baku IPA Hutan Kota berasal dari Kali Angke, saat ini kali tersebut mengalami penurunan debit air sehingga intrusi air laut memengaruhi kondisi air baku.

“Karena dalam kurun waktu satu sampai dua  minggu ke belakang, kandungan Total Dissolved Solids (TDS) naik mencapai 10.000 ppm, sementara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, batas TDS air bersih berkualitas sebesar 300 ppm, sehingga kami minta JUP untuk setop operasi,” kata Akhmad melalui keterangan tertulis, melansir situs resmi Pemprov Jakarta.

Dia menyatakan PAM Jaya melakukan realokasi suplai dari instalasi dan sumber air lainnya untuk mengantisipasi dampak dari penghentian operasi IPA Hutan Kota.

Menurutnya, realokasi suplai dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi sekaligus mengoptimalkan kapasitas air baku yang tersedia.

“Langkah ini merupakan bentuk respons PAM Jaya dalam menjaga ketersediaan air untuk pelanggan,” ucapnya.

Dia menjelaskan realokasi berlangsung maksimal 2x24 jam sejak 18 September 2026, aktivitas tersebut bakal membuat sejumlah area terdampak mengalami penyesuaian layanan air.

Lantas perseroan memberikan kompensasi kepada pelanggan reguler pada kelas pelanggan 2A1 atau Rumah Tangga Sangat Sederhana dan 2A2 atau Rumah Tangga Sederhana yang berada di area terdampak. Besaran kompensasi ditetapkan sebesar 10% dari nilai tagihan, yakni minimum Rp10.000 dan maksimum Rp50.000.

Akhmad menegaskan hal tersebut sesuaidengan  Surat Keputusan Direksi PAM Jaya Nomor 264 Tahun 2026 tentang Pemberian Kompensasi kepada Pelanggan atas Gangguan Pelayanan PAM Jaya.

“Kompensasi diberikan dalam bentuk potongan tagihan dan diperhitungkan secara otomatis pada tagihan bulan berikutnya. Total kompensasi yang diberikan mencapai Rp 555 juta kepada 44.872 pelanggan di 10 kelurahan di Jakarta,” katanya.

72 Mobil Tangki Disiapkan

Di sisi lain, VP Commercial dan Marketing Strategy PAM Jaya Irene Putri menyatakan perusahan menyediakan 72 mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air di Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan Kamal.

PAM Jaya, kata Santika, memastikan ketersediaan suplai air secara keseluruhan tetap aman, dengan sebagian besar pasokan air baku bersumber dari Waduk Jatiluhur.

“Kita bisa lihat secara real time berapa jumlah air yang kami distribusikan air ke seluruh DKI Jakarta. Jadi Insyaallah kondisi yang lain aman,” tegas Santika.

(azr/wep)

No more pages