Logo Bloomberg Technoz

Menurut Ali, Indonesia memang membutuhkan kapal yang bisa membawa banyak helikopter untuk membantu penyaluran logistik dengan cepat ke daerah yang sulit terjangkau. Berdasarkan perhitungannya, kapal ini mampu membawa 14 helikopter, tergantung ukurannya. Targetnya, kapal ini bisa bertahan dan digunakan oleh TNI Angkatan Laut selama 15-20 tahun ke depan.

“Namun juga bisa digunakan untuk kepentingan militer untuk perang,” ujarnya.

Kapal perang legendaris berjenis through-deck aviation cruiser ini telah bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara setelah sebelumnya memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Setelah bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia. Sedangkan negara-negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis yaitu Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka.

Adapun spesifikasi dari ITS Giuseppe Garibaldi ini yaitu memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter. Dengan sistem pendorong yang terdiri dari Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500, kapal ini menghasilkan daya 81.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot. Untuk jarak jelajahnya 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot, dan kapasitas angkutnya sanggup membawa lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah/berat, drone serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.

ITS Giuseppe Garibaldi nantinya akan berfungsi untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan dan memodernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL.

(roy)

No more pages