Logo Bloomberg Technoz

Program 3 Juta Rumah, Pembiayaan KPP BRI Capai Rp12 Triliun


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - BRI memperluas penyaluran pembiayaan perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Langkah ini dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah dan pelaku industri perumahan.

Penguatan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah. BRI menjalankan program melalui sisi permintaan dan sisi pasokan dalam ekosistem perumahan.

Salah satu implementasinya dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan KPP dan FLPP Wilayah Jakarta di Gelanggang Jakarta Timur, DKI Jakarta, pada 10 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, serta perwakilan asosiasi pengembang perumahan.

Asosiasi yang hadir antara lain Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), serta Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA).

Dalam kegiatan tersebut, BRI mencatatkan penyaluran KPP senilai Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur. Pembiayaan tersebut terbagi dalam sisi pasokan dan sisi permintaan.

Untuk sisi pasokan, BRI menyalurkan pembiayaan Rp242,5 miliar kepada 110 debitur. Pembiayaan itu mencakup pengembang, toko bahan bangunan, serta kontraktor perumahan.

Sementara itu, pembiayaan sisi permintaan mencapai Rp185 miliar kepada 1.509 debitur UMKM. Penyaluran tersebut menunjukkan cakupan pembiayaan yang tidak hanya menyasar calon pemilik rumah, tetapi juga pelaku usaha dalam rantai pasok sektor perumahan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait mengapresiasi pelaksanaan program pembiayaan perumahan yang dilakukan BRI. Menurut dia, implementasi di tingkat pelaksana menjadi faktor penting agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai arahan Presiden Prabowo yang sangat bagus dan pro-rakyat, khususnya terkait KUR Perumahan, di ujung pelaksanaannya justru lambat atau tidak sesuai. Saya tanya, apakah lambat? Jawabannya cepat di BRI. Apakah ada pungli? Tidak ada. Apakah dipersulit? Tidak ada. BRI sudah membuktikan bahwa sebagai bagian dari negara, BRI mampu menjalankan misi ini secara efektif, efisien, dan produktif,” tegas Maruarar.

Portofolio Pembiayaan Perumahan BRI

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan sosialisasi dan penyaluran KPP menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas inklusi pembiayaan perumahan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem perumahan secara menyeluruh.

“Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan Program KPP kepada masyarakat secara lebih luas. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan yang terjangkau, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh,” ujar Aris.

Hingga 8 September 2026, BRI telah menyalurkan KPP secara nasional sebesar Rp12 triliun kepada 83.210 debitur. Angka tersebut mencerminkan penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terhubung dengan sektor perumahan.

Selain KPP, BRI juga menyalurkan FLPP. Hingga periode yang sama, realisasi FLPP telah mencapai 25.030 unit rumah.

Penyaluran FLPP tersebut berjalan dengan target komitmen sebanyak 60.000 unit rumah pada 2026. Program ini menjadi salah satu instrumen pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

Pengembangan pembiayaan perumahan juga memiliki kaitan dengan aktivitas pelaku usaha di sisi pasokan. Pengembang, kontraktor, dan toko bahan bangunan menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pembangunan rumah.

Struktur penyaluran KPP yang mencakup kedua sisi tersebut menunjukkan pendekatan pembiayaan yang tidak hanya berfokus pada pembeli rumah. Dukungan kepada pelaku usaha turut diperlukan agar proses pembangunan dan penyediaan hunian dapat berjalan.

Pada sisi pasokan, pembiayaan terbesar dalam penyaluran di Jakarta diberikan kepada kontraktor perumahan. Nilainya mencapai Rp129,1 miliar kepada 58 debitur.

Pengembang memperoleh pembiayaan Rp73,6 miliar kepada 29 debitur. Sementara itu, toko bahan bangunan memperoleh pembiayaan Rp39,8 miliar kepada 23 debitur.

Di sisi permintaan, pembiayaan sebesar Rp185 miliar disalurkan kepada 1.509 debitur UMKM. Komposisi tersebut memperlihatkan besarnya cakupan program terhadap kelompok masyarakat dan pelaku usaha.

Aris mengatakan BRI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pengembang untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui sinergi dengan pemerintah dan pengembang,” pungkas Aris.

Program pembiayaan perumahan tersebut juga dilengkapi sejumlah fasilitas KPR Sejahtera dan KPP. Penawaran yang disediakan BRI berlaku hingga 31 Desember 2026.

Salah satu fasilitas yang ditawarkan berupa uang muka atau DP mulai 1%. BRI juga menyediakan suku bunga tetap sebesar 5% dengan tenor hingga 20 tahun sesuai ketentuan program.

Informasi mengenai penawaran program KPR Sejahtera dapat diakses melalui bbri.id/kprs. Sementara informasi terkait fasilitas KPP tersedia melalui bbri.id/kpp.

Penyaluran KPP dan FLPP menjadi bagian dari upaya memperkuat pembiayaan perumahan melalui kolaborasi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku industri. Program tersebut mencakup pembiayaan bagi masyarakat sekaligus pelaku usaha yang menopang pembangunan hunian.

Dengan penyaluran KPP Rp12 triliun kepada 83.210 debitur hingga 8 September 2026 serta realisasi FLPP sebanyak 25.030 unit, BRI melanjutkan ekspansi pembiayaan di sektor perumahan.

Ke depan, perluasan akses pembiayaan akan tetap bergantung pada sinergi antara lembaga pemerintah, perbankan, pengembang, dan pelaku usaha terkait. Ekosistem tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyediaan hunian dan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan.