Logo Bloomberg Technoz

Sebanyak 251 saham menguat, dan 191 saham melemah. Sementara, 219 saham tidak bergerak.

Untuk perdagangan hari ini, Jumat (18/9/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, penguatan IHSG berlangsung di tengah tekanan eksternal pasca The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 3,75–4,00%, dan sikap hawkish Fed terhadap rupiah, yield, dan foreign flow. The Fed tidak hanya menaikkan suku bunga, tetapi 16 dari 18 pejabat memproyeksikan setidaknya satu kenaikan lagi pada 2026, sehingga target rate mengarah menuju rentang 4,00–4,25%.  

Di sisi domestik, pasar juga akan mencermati arah kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, sementara pergerakan harga minyak dan keputusan BoJ menjadi katalis berikutnya.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi setelah breakdown rising wedge dan MA20 6.551, dengan MACD bearish crossover yang menunjukkan momentum belum sepenuhnya pulih.

“Selama belum mampu reclaim 6.585, IHSG berpotensi kembali menguji 6.390 sebagai support terdekat, dengan 6.220 sebagai support berikutnya,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, dengan catatan sebaliknya, jika mampu kembali menembus 6.585, peluang rebound menuju 6.705 terbuka.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, ITMG, dan UVCR.

Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, penguatan juga didorong oleh penurunan harga minyak dan turunnya yield US Treasury. Penguatan Indeks ini terjadi sehari setelah Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Sehari sebelumnya komentar Gubernur The Fed Kevin Warsh sempat membuat sebagian investor khawatir setelah menekankan risiko inflasi yang tinggi, namun sentimen pasar kembali pulih karena pasar telah mengantisipasi sentimen negatif tersebut.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level 6.400 dan indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak cenderung menguat menguji level 6.500–6.550 pada perdagangan Jumat (18/9/2026). 

“Koreksi harga minyak diperkirakan menjadi faktor positif,” terang Phintraco.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham BYAN, DSSA, CUAN, ADRO, PTRO, dan ADMR.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, menguatnya Bursa Wall Street, naiknya harga beberapa komoditas seperti CPO, nikel, timah, emas, tembaga dan aksi beli investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu rebalancing indeks FTSE dan GDX, GDXJ berpeluang menjadi tambahan katalis untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.410–6.360 dan resistance 6.515–6.565,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham MAPI, ERAA, ADRO, CUAN, LSIP, dan PTBA.

Panin menyematkan IHSG berpotensi menguat, didorong oleh positifnya harga komoditas, kenaikan suku bunga US yang sudah priced-in, serta mulai kembali masuknya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BMRI, CLEO, dan INKP.

(fad)

No more pages