Logo Bloomberg Technoz

Perubahan ini mengindikasikan permintaan terhadap surat utang jangka pendek membaik seiring ekspektasi pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menahan suku bunga acuan di 5,75%. 

Akan tetapi, perbaikan sentimen ini juga perlu dilihat bersamaan dengan perkembangan arus modal. Kepemilikan investor asing di obligasi pemerintah Indonesia juga tercatat mulai menyusut sebesar US$747,4 juta per Selasa (15/9/2026). Sehari kemudian, investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih di pasar saham Indonesia sebesar US$35,3 juta, dan menandakan aksi jual selama enam hari beruntun. 

Bloomberg News melaporkan bahwa keluarnya arus modal asing terjadi lantaran obligasi pemerintah jatuh tempo senilai US$5,5 miliar, setara dengan Rp96,71 triliun. Nilai itu termasuk di antaranya sekitar Rp13,2 triliun milik investor asiing. Karena itu, penurunan kepemilikan asing tersebut, setidaknya belum mencerminkan adanya aksi sell-off.

Bahkan, investor global kembali mencatat pembelian obligasi senilai Rp1,98 triliun di pasar sekunder pada Rabu (16/9/2026). Ini mengindikasikan bahwa sebagian dana yang keluar akibat jatuh tempo berpotensi kembali masuk ke pasar surat utang domestik, terutama jika investor mendapat yield yang menarik. 

(riset/aji)

No more pages