Logo Bloomberg Technoz

Anthropic mengungkap, pihaknya mengidentifikasi sebuah kelompok di wilayah utara Yaman yang mengembangkan tiga program persenjataan berbeda.

Salah satunya adalah rudal dengan beberapa varian yang dirancang untuk meluncur pada kecepatan hipersonik. Pengguna juga disebut mencoba mengembangkan hulu ledak yang menggunakan perangkat smartphone untuk melakukan manuver di tengah perjalanan.

Dalam pengembangan software untuk sistem tersebut, pengguna memanfaatkan Claude Code untuk mengembangkan perangkat lunak panduan, navigasi, dan kontrol.

Anthropic lantas menemukan, pengguna telah membangun perangkat simulasi secara offline sebelum akun mereka diblokir. Perangkat tersebut dapat digunakan tanpa Claude maupun platform komputasi lainnya.

Analis persenjataan Trevor Ball dari Armament Research Services mengatakan, kelompok Houthi mungkin sedang mempelajari teknologi rudal hipersonik melalui Claude. Namun, menurut dia, kemampuan produksi dan teknis kelompok tersebut masih jauh dari kemampuan untuk membuat rudal semacam itu.

Ball mengatakan rudal hipersonik Amerika Serikat sendiri masih dalam tahap pengujian. Ball lanjut menilai upaya tersebut kemungkinan berkaitan dengan keinginan Houthi mengembangkan kemampuan persenjataan sendiri agar tidak terlalu bergantung pada pengiriman senjata dan komponen dari Iran.

AI dalam Konflik

Anthropic mengatakan laporan tersebut merupakan laporan ketiga sejak Maret 2025 mengenai penyalahgunaan platform AI secara global.

Selain aktivitas di Yaman, laporan terbaru perusahaan mencakup berbagai bentuk penyalahgunaan AI. Mulai dari penyebaran propaganda oleh kelompok yang didukung negara hingga penelitian untuk meningkatkan daya mematikan senjata biologis.

Anthropic menyebut telah membagikan temuan mengenai aktivitas pengguna di Yaman kepada mitra dari sektor swasta maupun pemerintah.

Peneliti Yaman dari New America, Adam Baron, mengatakan, kemampuan teknologi Houthi berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

“Ada kecenderungan untuk melihat Houthi sebagai kelompok pejuang suku yang bertelanjang kaki, dan itu tidak benar,” kata Baron.

Dia menilai kemampuan teknologi kelompok tersebut terlihat dari penggunaan Claude, pemanfaatan media sosial, serta kemampuan memanfaatkan transfer keahlian dari Iran dan kelompok-kelompok yang menjadi sekutunya.

Houthi diketahui memiliki persenjataan yang mencakup rudal jelajah dan rudal balistik buatan Iran dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer, serta kapal selam tanpa awak yang digunakan dalam serangan.

Houthi Membantah

Anggota biro politik Houthi Hazam al-Assad membantah kelompoknya mengandalkan sumber terbuka untuk mengembangkan kemampuan militer.

“Tidak masuk akal dan tidak logis jika mereka mengandalkan sumber terbuka untuk mengembangkan dan memproduksi kemampuan militer,” kata al-Assad, dikutip dari laporan AP.

Dia mengatakan kelompok tersebut telah memiliki kemampuan produksi dan teknologi yang berkembang selama konflik dengan Arab Saudi. Menurut al-Assad, seluruh persenjataan Houthi digunakan untuk tujuan pertahanan.

“Angkatan bersenjata kami memiliki kemampuan produksi dan teknologi modern, beragam, dan berkembang yang telah dikumpulkannya selama periode agresi Saudi terhadap Yaman,” pungkas dia.

(mef/wep)

No more pages