Pada chart, tren bullish sering terlihat melalui terbentuknya pola higher high dan higher low.
Higher high berarti harga berhasil membentuk titik tertinggi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Sementara higher low menunjukkan titik terendah terbaru juga berada di atas titik terendah sebelumnya.
Struktur tersebut menggambarkan bahwa tekanan beli masih relatif kuat.
Meski demikian, kondisi bullish tidak berarti harga akan terus bergerak naik tanpa penurunan. Koreksi harga tetap dapat terjadi di tengah tren naik.
Koreksi merupakan pergerakan berlawanan dalam jangka pendek sebelum harga berpotensi kembali mengikuti tren utama. Karena itu, trader sebaiknya tidak langsung menganggap penurunan sementara sebagai perubahan tren.
Mengenali Kondisi Bearish
Berbeda dengan bullish, kondisi bearish terjadi ketika tekanan jual lebih dominan sehingga harga cenderung bergerak turun.
Pada chart, tren bearish sering terlihat melalui pola lower high dan lower low. Lower high berarti harga tertinggi terbaru berada di bawah titik tertinggi sebelumnya. Sementara lower low menunjukkan harga kembali membentuk titik terendah yang lebih rendah.
Kondisi bearish dapat terjadi pada berbagai instrumen, termasuk pasangan mata uang, emas, indeks, maupun komoditas.
Perubahan dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Data ekonomi, kebijakan bank sentral, perkembangan geopolitik dan perubahan sentimen investor dapat menyebabkan pergerakan harga berubah dalam waktu relatif singkat.
Perhatikan Struktur Harga
Salah satu cara sederhana untuk mengenali tren adalah dengan memperhatikan struktur pergerakan harga.
Trader dapat melihat titik tertinggi dan titik terendah yang terbentuk selama beberapa periode.
Jika harga terus membentuk higher high dan higher low, tren dapat dikategorikan cenderung bullish.
Sebaliknya, jika yang terbentuk adalah lower high dan lower low, kondisi pasar dapat dikategorikan cenderung bearish.
Namun, dalam beberapa periode pasar juga dapat bergerak sideways. Kondisi tersebut terjadi ketika harga tidak menunjukkan arah naik atau turun yang jelas dan bergerak dalam rentang tertentu.
Pasar sideways membutuhkan pendekatan berbeda karena sinyal tren biasanya tidak sekuat ketika kondisi bullish atau bearish berlangsung jelas.
Hubungan Bullish dan Bearish dengan Buy dan Sell
Pemahaman mengenai arah tren berkaitan erat dengan keputusan transaksi.
Karena itu, memahami mekanisme Buy dan sell dalam trading menjadi bagian penting bagi pemula.
Posisi Buy umumnya dipertimbangkan ketika trader memperkirakan harga suatu instrumen akan mengalami kenaikan. Jika harga bergerak sesuai perkiraan, posisi tersebut dapat menghasilkan keuntungan.
Sebaliknya, posisi Sell dapat dipertimbangkan apabila trader memperkirakan harga akan mengalami penurunan.
Namun, pasar bullish bukan berarti setiap titik menjadi waktu yang tepat untuk melakukan buy. Begitu pula kondisi bearish tidak otomatis berarti trader harus melakukan sell.
Harga dapat mengalami koreksi, false breakout atau perubahan tren sehingga keputusan tetap perlu didasarkan pada analisis.
Gunakan Support dan Resistance
Selain melihat tren, trader juga dapat memperhatikan support dan resistance.
Support merupakan area harga di mana tekanan beli berpotensi meningkat sehingga penurunan harga dapat tertahan.
Sementara resistance merupakan area yang berpotensi menghadirkan tekanan jual sehingga kenaikan harga dapat melambat.
Dalam tren bullish, trader dapat memperhatikan apakah harga mampu bertahan di atas area support.
Sementara dalam kondisi bearish, trader dapat mengamati bagaimana harga bereaksi ketika mendekati resistance.
Support maupun resistance tidak bersifat mutlak. Harga dapat menembus level tersebut ketika kekuatan pasar berubah.
Memanfaatkan Indikator Teknikal
Indikator teknikal dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren.
Moving average, misalnya, sering digunakan untuk melihat rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu.
Jika harga berada di atas moving average dan garis indikator bergerak naik, kondisi tersebut dapat memberikan indikasi tren positif.
Sebaliknya, harga yang berada di bawah moving average dengan arah indikator menurun dapat menggambarkan tekanan bearish.
Meski demikian, indikator tidak dapat memberikan prediksi yang selalu benar. Trader sebaiknya menggunakan indikator sebagai tambahan informasi dan tetap mempertimbangkan pergerakan harga serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Manajemen Risiko Tetap Diperlukan
Mengenali bullish dan bearish tidak menghilangkan risiko trading.
Harga dapat bergerak berlawanan dengan analisis, terutama ketika muncul berita atau data ekonomi yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
Karena itu, trader perlu menentukan risiko sebelum membuka posisi.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Risk Reward Ratio, yaitu perbandingan antara jumlah risiko dengan potensi keuntungan yang ditargetkan.
Sebagai ilustrasi, trader yang menggunakan Risk Reward Ratio 1:2 berarti bersedia menanggung risiko satu bagian untuk memperoleh potensi keuntungan dua bagian.
Trader juga dapat menggunakan stop loss untuk membantu membatasi kerugian dan take profit untuk menentukan target transaksi.
Ukuran posisi perlu disesuaikan dengan modal dan tingkat risiko yang dapat ditanggung.
Platform seperti Doo Financial Futures dapat digunakan untuk memantau pergerakan berbagai instrumen dan melihat kondisi harga melalui chart.
Namun, setiap keputusan transaksi tetap perlu dilakukan berdasarkan analisis, strategi dan profil risiko masing-masing trader.
(tim)





























