Darmawan mengungkapkan sejumlah pembangkit listrik tenaga hidro di Sulawesi yang mengalami penurunan produksi antara lain; PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH).
Untuk jangka panjang, PLN menyiapkan penguatan sistem kelistrikan Sulbagsel, salah satunya melalui program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).
Dia menjelaskan perseroan akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp PLTS dan 8,2 gigawatt hour (GWh) battery energy storage system (BESS).
"PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien," ungkap Darmawan.
Adapun, Darmawan melakukan inspeksi ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis hingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.
"Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan," kata Darmawan.
Sekadar informasi, pada hari ini sejumlah wilayah di Sulawesi bakal mengalami pemadaman listrik bergilir.
Dalam pengumuman yang dibagikan ke masyarakat, pemadaman direncanakan terjadi di sejumlah wilayah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kabupaten Parigi hingga Kabupaten Dongga.
Waktu dan titik pemadaman pada setiap daerah bervariasi, namun pemadaman rencananya dilakukan pada pukul 19.00-22.30 WITA, 16.00-19.30 WITA, dan 13.00-16.30 WITA.
Adapun, porsi PLTA dalam struktur kelistrikan Sulawesi Selatan cukup besar yaitu menyumbang sekitar 37% atau setara 750 MW dari total kapasitas pasokan energi listrik regional.
Kawasan ini mengandalkan pembangkit hidro seperti PLTA Bakaru yang berkapasitas 126 megawatt (MW), PLTA Malea 90 MW, dan PLTA Bili-Bili 20 MW, serta dukungan pasokan beban puncak dari PLTA terbesar yaitu PLTA Poso hingga 515 MW.
(azr/ros)
































