Terutama pelaku pasar melihat perubahan itu sebagai upaya memperkuat kembali kredibilitas kebijakan fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi.
Sebagai teknokrat fiskal yang berpengalaman dari internal Kementerian Keuangan, pengangkatan Suahasil tidak terlalu banyak mengejutkan pasar. Menurut Mohit Mirpuri, Senior Partner Wealth Management SGMC Capital, pelaku pasar kemungkinan akan melihat Suahasil sebagai pilihan yang menjamin kesinambungan dan kredibilitas.
"Ia merupakan teknokrat yang telah lama menjabat dan bekerja erat dengan Sri Mulyani selama bertahun-tahun sejak 2019. Penunjukannya akan memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3% PDB," kata Mirpuri, seperti dikutip Bloomberg News.
Meski keputusan itu mendapat sambutan pelaku pasar, Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega capital Sekuritas, menyebut rupiah masih akan melanjutkan pelemahan lantaran ekspektasi Bank Indonesia (BI) yang masih akan menahan suku bunga acuan, sementara bank sentral AS The Fed diperkirakan akan mengerek bunga acuan.
"Menurut kami, depresiasi rupiah berpotensi berlanjut hari ini menuju rentang Rp17.650-17.750/US$ karena ada ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan Bank of Japan pekan ini," kata Lionel.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan dapat melemah ke Rp17.700/US$. Sementara, target paling pesimistis rupiah berpotensi melemah hingga Rp17.800/US$.
(riset/aji)




























