Dari pasar domestik, penunjukkan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru tidak terlalu banyak mengejutkan pasar. Mohit Mirpuri, Senior Partner Wealth Management SGMC Capital, seperti dikutip Bloomberg News, mengatakan pelaku pasar kemungkinan akan melihat Suahasil sebagai pilihan yang menjamin kesinambungan dan kredibilitas.
Menurut Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su, Suahasil akan tetap menghadapi tantangan fiskal besar, termasuk mengelola tekanan eksternal global dan membiayai berbagai program pemerintah yang ambisius.
Meski begitu, menurut Wee Khoon Chong, APAC Macro Strategist dari The Bank of New York (BNY), pasar masih membutuhkan waktu untuk mencerna perubahan ini, dan mengenal nakhoda baru di Lapangan Banteng. Namun, Chong menilai bahwa seharusnya dengan pergantian ini, ada kesinambungan kebijakan yang kuat, lantaran Suahasil adalah sosok yang sudah familiar dalam kebijakan ekonomi.
"Kami mempertahankan pandangan konstruktif terhadap rupiah," kata Chong, seperti dikutip Bloomberg News.
Dengan sentimen yang ada, rupiah spot diperkirakan masih akan bergerak di rentang Rp17.650-17.750/US$.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih ada risiko melemah,usai menembus support potensial trendline channel sebelumnya. Target pelemahan selanjutnya menuju level Rp17.700/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua berpotensi tertahan di level Rp17.740/US$ yang merupakan sMA-100.
Jika nantinya nilai tukar rupiah lanjut melemah dengan volume yang besar, maka masih ada kemungkinan untuk melemah hingga mencapai Rp17.800/US$.
Sementara itu, trendline sebelumnya pada perspektif harian (daily time frame) menjadi resistance psikologis potensial di level Rp17.600/US$. Kemudian, target penguatan lanjutan adalah Rp17.500/US$.
(riset/aji)

























