Indonesia, kata Airlangga, berpandangan bahwa perubaha lanskap ekonomi dan geopolitik global perlu diikuti dengan perubahan dalam sistem pengambilan keputusan.
Negara-negara berkembangan, yang selama ini kerap menjadi objek berbagai kebijakan dan ketentuan internasional dinilai perlu terlibat langsung dalam proses perumusan.
Dorongan tersebut juga muncul di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global, ketidakpastian perdagangan, serta berbagai tantangan terhadap rantai pasok.
"Pembangunan yang tangguh harus inklusif. Kemajuan yang kita capai harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Teknologi dan inovasi perlu kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal."
(lav)
No more pages






























