Logo Bloomberg Technoz

Setelah aksi korporasi, Fortune Indonesia akan memiliki 49% saham Borneo Prima. Meski demikian, tidak terjadi perubahan pengendalian di Borneo Prima karena IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH) tetap menjadi pengendali Borneo Prima melalui Fortune Indonesia. IMR AH juga tetap menjadi pengendali Fortune Indonesia setelah PMHMETD I.

FORU menyebut keputusan masuk ke bisnis pertambangan tersebut didasarkan pada prospek positif industri batu bara, khususnya segmen batu bara metalurgi atau coking coal.

Selain mengambil 49% Borneo Prima melalui inbreng, sisa dana yang dihimpun dari pemegang saham publik akan disalurkan kepada Borneo Prima dalam bentuk pinjaman. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan operasional pertambangan dan menunjang aktivitas produksi.

Rencana pinjaman tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober-Desember 2026. Namun, pelaksanaannya bergantung pada dana yang berhasil diperoleh dari pemegang saham publik. Jika pemegang saham publik tidak melaksanakan seluruh HMETD dan dana tidak tersedia, rencana pinjaman tersebut tidak akan dijalankan. 

(dhf)

No more pages