Dari Media ke Tambang, FORU Rights Issue Rp27 T
Muhammad Fikri
14 September 2026 10:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) bersiap mengubah arah bisnis dari perusahaan yang selama ini ditopang bisnis komunikasi pemasaran menjadi perusahaan induk dengan eksposur ke sektor pertambangan batu bara.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (14/9/2026), transformasi FORU diawali dengan aksi rights issue dengan skema penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I. Dalam aksi korporasi ini, Fortune Indonesia akan menerbitkan maksimal 215,10 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126/saham, sehingga nilai emisi maksimal mencapai Rp27,10 triliun.
Dana terbesar dari aksi tersebut akan digunakan untuk mengambil 49% saham PT Borneo Prima (BP), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Fortune Indonesia akan memperoleh 10.780 saham Seri A Borneo Prima senilai Rp20,82 triliun melalui skema penyetoran saham dalam bentuk selain uang atau inbreng.
Masuknya Borneo Prima akan mengubah profil bisnis Fortune Indonesia. Saat ini, kegiatan usaha grup masih bertumpu pada jasa periklanan terintegrasi dan kehumasan. Pada 2025, segmen periklanan terintegrasi menyumbang Rp35,22 miliar atau 78,2% terhadap pendapatan, sedangkan jasa kehumasan menyumbang Rp9,81 miliar atau 21,8%.
Bisnis tersebut dijalankan melalui tiga entitas anak, yakni PT Fortuna Network Indonesia (FNI), PT Fortune Adwicipta (FA), dan PT Fortune Pramana Rancang (FPR). FNI sendiri memiliki lini bisnis media specialist, creative agency, dan sports marketing, sedangkan FPR fokus pada layanan public relations dan komunikasi strategis.
































