Indeks West Texas Intermediate (WTI) naik di atas US$104 per barel setelah melonjak hampir 7% pada sesi sebelumnya. Minyak mentah Brent ditutup di dekat US$108, level tertinggi dalam hampir empat bulan.
Analis komoditas sekaligus Founder Traderindo Wahyu Laksono memproyeksikan harga minyak mentah jenis Brent berisiko menembus level US$110/barel apabila eskalasi konflik kawasan Teluk Persia, Timur Tengah terus berlanjut hingga akhir 2026.
Berdasarkan analisisnya, Wahyu menjelaskan minyak mentah Brent diestimasikan bergerak dalam rentang keseimbangan baru di kisaran US$80—US$100/barel.
“Batas atas harga berisiko melonjak ke level US$110/barel jika gangguan keamanan di Timur Tengah tidak kunjung mereda,” ungkap dia saat dihubungi, Sabtu (12/9/2026).
(dov/del)































