Logo Bloomberg Technoz

VinFast mencatat kerugian bersih sebesar 28,1 triliun dong (US$1,1 miliar) pada kuartal pertama—angka yang 58,9% lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya—di tengah persaingan yang ketat.

Sebagai lulusan Singapore Management University, Quan Anh telah memegang berbagai posisi senior di VinFast maupun perusahaan lain dalam konglomerat Vingroup.

Ia telah terlibat dalam pengembangan VinFast sejak tahap awal ekspansi di Vietnam hingga upaya perusahaan merambah pasar luar negeri.

Ia juga akan tetap menjabat sebagai CEO VinMetal, unit manufaktur baja milik Vingroup.

Vuong juga menunjuk putra lainnya untuk menjabat sebagai CEO global bagi perusahaan taksi listrik berbasis aplikasi miliknya, Green & Smart Mobility JSC (GSM).

Pham Nhat Minh Hoang akan menggantikan Nguyen Quoc Tuan, yang kini ditunjuk sebagai ketua global, menggantikan istri Vuong, Pham Thu Huong.

Perombakan kepemimpinan ini dilakukan seiring upaya kedua perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan di pasar luar negeri.

VinFast menyatakan bahwa saat ini mereka menjual kendaraan listrik (EV) di 16 negara, dengan kendaraan roda empat maupun sepeda motor listrik yang diproduksi di empat pabrik yang tersebar di Vietnam, Indonesia, dan India.

GSM beroperasi di tujuh negara dan sedang mempertimbangkan rencana ekspansi ke Amerika Serikat pada akhir tahun 2026, menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong.

(bbn)

No more pages