Sebelumnya, kabar merger ARTO dengan BFIN kembali menguat di antara pelaku pasar tahun ini.
Mengutip Bloomberg News, investor yang dipimpin konglomerat Jerry Ng tengah mempertimbangkan sejumlah opsi atas kepemilikan mereka di BFIN dan bank digital ARTO, menurut sejumlah orang yang mengetahui masalah tersebut.
Goldman Sachs Group Inc. membantu mereka melakukan kajian strategis, kata sumber-sumber tersebut. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena proses tersebut bersifat privat.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah merger kedua perusahaan, yang akan menciptakan entitas dengan nilai pasar sekitar Rp25 triliun (US$1,4 miliar), menurut sumber tersebut.
Bank-bank asing yang ingin memperluas bisnisnya di Indonesia kemungkinan juga tertarik dengan BFI Finance dan Bank Jago, kata sumber tersebut tanpa merinci lebih lanjut. Pembahasan terkait opsi tersebut masih berlangsung, tambah mereka.
Bank Jago mengatakan pihaknya tidak berkomentar mengenai spekulasi dan tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan terkait merger dengan BFI Finance maupun pendekatan dari lembaga keuangan dan investor asing. Bank tersebut mengatakan kemitraannya dengan BFI Finance merupakan kolaborasi bisnis strategis yang masih berjalan.
Kepemilikan Ng di BFI Finance dilakukan melalui Trinugraha Capital & Co., yang menguasai sekitar 51% saham perusahaan.
Mergermarket melaporkan pada April bahwa pemegang saham pengendali BFI Finance tengah menjajaki penjualan sebagian saham dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat.
Investor lain di Trinugraha termasuk perusahaan private equity Northstar Group dan konglomerat pertambangan Garibaldi Thohir, menurut situs web perusahaan tersebut.
Ng memiliki sekitar 30% saham Bank Jago. Investor lainnya mencakup sovereign wealth fund Singapura GIC Pte, perusahaan ride-hailing dan pesan-antar makanan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, serta salah satu pendiri Northstar, Patrick Walujo.
(naw)






























