Logo Bloomberg Technoz

Diperberat lagi oleh sentimen risk–off di pasar global akibat kembali memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, hingga menyeret harga minyak yang mendekati US$100/barel, melansir Panin Sekuritas.

Iran melontarkan serangan menyasar angkatan laut AS, dan angkatan bersenjata AS juga menyatakan telah menghancurkan 5 kapal minyak Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak, sehingga berpotensi memperberat beban fiskal APBN Indonesia. 

Berbagai serangan ini memberikan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global yang menjadi lebih terbatas.

Sentimen inflasi yang menekan pasar saham AS dalam beberapa minggu baru–baru ini, terutama sebagai konsekuensi dari lonjakan yield US Treasuries ke level tertinggi dalam beberapa tahun, sehingga menempatkan Bank Sentral di bawah tekanan untuk menaikkan suku bunga, juga menekan IHSG.

“Akibatnya, ekspektasi investor semakin kuat bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) perlu menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya pekan depan,” papar Phillip Sekuritas Indonesia.

(fad)

No more pages