“Analisis epidemiologi terhadap menu MBG belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Bola-bola sapi goreng menunjukkan ukuran asosiasi paling tinggi dan masih menjadi bagian yang ditelusuri dalam investigasi, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai penyebab kejadian,” jelasnya.
Dinkes Sleman juga telah mengambil sampel makanan dan air dari SPPG Wonokerto untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut telah dikirim pada Senin (7/9/2026), dan hasil pemeriksaan masih ditunggu.
Sebagai langkah pencegahan, setelah menerima laporan kejadian, dilakukan penghentian sementara konsumsi dan distribusi MBG pada lokasi penerima untuk mencegah bertambahnya kasus. Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 867 porsi yang telah terlanjur diterima, dibagikan, dan dikonsumsi pada enam satuan pendidikan.
Dinkes Sleman bersama pihak terkait selanjutnya masih melakukan penelusuran rantai pasokan makanan, faktor lingkungan, serta analisis epidemiologi untuk mengetahui sumber dan penyebab kejadian.
“Pemkab Sleman terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penerima MBG dan berkoordinasi dengan puskesmas, sekolah, SPPG, serta pihak terkait. Kesimpulan mengenai sumber dan penyebab kejadian akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan dan investigasi diperoleh,” tandasnya.
(spt)






























