Transisi Berkeadilan
Tharakan mengatakan rencana transisi di kawasan Asia Pasifik terus membaik seiring dengan turunnya biaya energi terbarukan, menjadikannya pilihan utama bagi pemerintah maupun perusahaan. Meski demikian, upaya lebih lanjut masih diperlukan di tingkat subnasional, mengingat kota-kota menghadapi tantangan terbesar terkait infrastruktur dan pembiayaan.
"Narasi transisi haruslah berkeadilan. Jika dilakukan tanpa perencanaan yang matang, hal itu akan menimbulkan dampak negatif dan ketimpangan," ujar Tharakan.
Dia menyoroti adanya kesenjangan transisi energi yang kian melebar serta mencatat sekitar 60 juta orang di kawasan Asia-Pasifik masih belum memiliki akses terhadap listrik.
Menurutnya, seiring dengan menurunnya penggunaan bahan bakar fosil dari waktu ke waktu, masyarakat dan industri yang bergantung pada sektor-sektor tersebut di negara-negara seperti Indonesia dan India perlu mencari mata pencaharian alternatif.
Dia menambahkan bahwa program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) akan diperlukan untuk mengelola transisi tersebut.
Tharakan menegaskan kawasan Asia-Pasifik harus terus fokus pada dekarbonisasi, mengingat permintaan energi diperkirakan akan terus meningkat akibat naiknya kebutuhan pendingin ruangan, pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data, serta urbanisasi dan elektrifikasi industri.
"Asia-Pasifik tidak memiliki pilihan selain melakukan dekarbonisasi dalam proses pembangunannya," ujar Tharakan. Investasi di kawasan ini telah kembali ke tingkat pra-pandemi, katanya, merujuk pada data investasi dari Badan Energi Internasional (IEA).
Tharakan mengungkap ADB berkomitmen menyediakan dana sekitar US$10 miliar selama 10 tahun ke depan untuk investasi terkait dengan Jaringan Listrik ASEAN (ASEAN Power Grid).
Investasi tersebut merupakan bagian dari upaya membantu negara-negara anggota membangun sistem energi yang lebih tangguh dan saling terhubung.
Sebelumnya, pada pertemuan tahunan ADB, bank tersebut mengumumkan Inisiatif Jaringan Listrik Pan-Asia (Pan-Asia Power Grid Initiative/PAGI). Melalui inisiatif ini, kata Tharakan, ADB menargetkan akan menghimpun dana hingga US$50 miliar dalam satu dekade mendatang.
"Agar tangguh, negara-negara perlu saling terhubung dan memperoleh manfaat dari kumpulan sumber daya energi yang lebih luas," tukas Tharakan.
(ros)






























