Logo Bloomberg Technoz

Pejabat AS menolak menjelaskan secara spesifik bagaimana atau kapan Trump akan merespons dengan langkah baru.

“Tarif balasan Kanada dimaksudkan untuk membuat biaya perang dagang ini cukup nyata bagi dunia usaha dan konsumen Amerika sehingga Washington melihat insentif yang jelas untuk kembali ke meja perundingan,” kata Brian Clow, yang pernah menjadi penasihat senior Kanada untuk urusan perdagangan dan hubungan dengan AS di bawah pemerintahan Trudeau. “Kanada tidak memberlakukan tarif ini karena menginginkan perang dagang. Kanada memberlakukan tarif ini karena ingin perang dagang berakhir.”

Trump pada Senin mengancam melalui unggahan di media sosial akan melarang penjualan jet Bombardier Inc di AS. Dia menyebut perusahaan asal Kanada tersebut hidup dari “Pembeli Amerika”.

Bombardier memiliki lebih dari 2.800 pemasok yang berbasis di AS. Sebagai contoh, sayap jet Global 7500 dibuat di Texas, avionik diproduksi di Iowa, sementara mesinnya dibuat di Indiana.

Negosiator AS dan Kanada selama berminggu-minggu berupaya mencapai kesepakatan untuk meredakan ketegangan perdagangan dan sempat terlihat menyepakati persyaratan umum. Trump bahkan mengumumkan pada 18 Agustus bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan awal dan memberikan waktu tiga hari untuk menyelesaikan detailnya. Namun, kesepakatan itu kemudian gagal.

Kegagalan perundingan tersebut memicu dua pekan saling kritik dan saling menyalahkan antara kedua pemerintahan. Masing-masing pihak menuding pihak lainnya menggagalkan kesepakatan pada jam-jam terakhir. Perselisihan itu masih berlanjut pada akhir pekan: Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara dengan Fox News membandingkan Kanada dengan “anjing kecil yang menyalak” kepada pihak yang jauh lebih besar.

Trump kembali melontarkan ancaman terselubung pada Minggu dengan mengatakan, “Ketidakseimbangan Dolar (mata uang) Kanada dengan AS tidak dapat diterima,” tulisnya dalam unggahan di Truth Social. “Hal itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun — tetapi tidak lagi!” Gedung Putih menolak menjelaskan maksud pernyataan tersebut.

Tarif AS sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar US$20 miliar mulai berlaku pada 22 Agustus. Pejabat Kanada mengumumkan rincian tarif balasan mereka tiga hari kemudian, yang menargetkan barang-barang AS dengan nilai yang kurang lebih sama.

Pemerintahan Trump telah mengancam akan mengambil langkah tambahan terhadap Kanada, meningkatkan risiko sengketa perdagangan tersebut semakin meluas. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengisyaratkan bahwa tarif tambahan dan bahkan larangan langsung terhadap impor tertentu dari Kanada merupakan kemungkinan, meski waktunya belum jelas.

Sementara itu, Trump menandatangani perintah untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika” dalam peta AS dan mengunggah sejumlah pesan di media sosial yang merendahkan Kanada. Para pejabat pemerintahannya secara terbuka menuduh Carney menyabotase perundingan.

“Mereka memutuskan karena alasan politik dalam negeri bahwa mereka lebih memilih bertarung dengan Donald Trump, meskipun hal itu buruk bagi perekonomian Kanada,” kata Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam wawancara dengan Bloomberg Television.

Seorang pejabat Kanada, yang berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan, mengatakan hingga Minggu sore belum ada pertemuan baru yang dijadwalkan dengan pemerintahan AS. Gedung Putih maupun kantor Greer tidak menanggapi permintaan komentar dalam beberapa hari menjelang pemberlakuan tarif terbaru Kanada.

‘Ditulis dengan Pensil’

Carney, 61 tahun, mengatakan Gedung Putih mengajukan tuntutan yang “tidak dapat diterima” karena dinilai akan melanggar kedaulatan Kanada dan merugikan industri negara tersebut, termasuk sektor truk berat.

Perdana menteri itu juga menyindir secara verbal kesediaan pemerintahan Trump untuk membatalkan atau mengabaikan perjanjian perdagangan seperti Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). “Kami menyadari bahwa terkadang tanda tangannya ditulis dengan pensil,” katanya.

Hasil survei opini publik menunjukkan dukungan terhadap keputusan Carney untuk meninggalkan perundingan dan membalas dengan tarif. Survei yang dilakukan Nanos Research untuk Bloomberg News pekan lalu menemukan hampir tiga perempat responden menilai penanganannya terhadap isu perdagangan sebagai “baik” atau “sangat baik”.

Meski perundingan runtuh secara tiba-tiba, kedua pihak sejak saat itu mengisyaratkan bahwa sejumlah persoalan telah berhasil diselesaikan.

Pihak AS menepis klaim Carney bahwa hak-hak bahasa Prancis menjadi hambatan dalam kesepakatan. Isu tersebut sebelumnya disebut pejabat Kanada sebagai persoalan yang pada dasarnya telah diselesaikan.

Meski Carney mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa AS bersedia memperluas keringanan tarif otomotif untuk kendaraan berukuran sedang dan berat, seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim menyebut klaim tersebut tidak benar.

Meski masih ada sejumlah persoalan yang belum terselesaikan, ada alasan untuk meyakini bahwa Kanada berkepentingan untuk kembali bernegosiasi guna mencapai gencatan perdagangan dan meredakan ketegangan.

Kinerja perekonomian Kanada masih tidak merata. Setelah sempat mengalami stagnasi, pertumbuhan kembali menguat pada kuartal II. Jumlah orang yang bekerja tahun ini rata-rata hanya bertambah 3.400 orang per bulan. Menurut data Statistics Canada, tingkat pemutusan hubungan kerja lebih tinggi di industri yang bergantung pada permintaan AS terhadap ekspor.

Tarif balasan Kanada mungkin membantu melindungi sejumlah produsen domestik, tetapi kebijakan tersebut juga akan meningkatkan biaya dan membuat banyak industri Kanada mengalami kerugian yang lebih besar, menurut laporan Tony Stillo dan Michael Davenport dari Oxford Economics. Mereka memperkirakan dampak gabungan dari tarif AS, tarif balasan Kanada, dan program dukungan pemerintah federal terkait akan memangkas output sekitar 0,3% dibandingkan proyeksi dasar.

Laporan tersebut hanya memperhitungkan tarif yang telah diumumkan, bukan kemungkinan meningkatnya kembali eskalasi konflik perdagangan.

Kesepakatan ‘Tahan Lama’

Setelah perundingan gagal bulan lalu, Trump mengumumkan akan menaikkan tarif mobil menjadi 50% dari saat ini 25%, serta mengenakan tarif 50% terhadap suku cadang kendaraan, yang keduanya berlaku mulai 1 Januari. Trump belum mengambil langkah formal untuk menerapkan tarif tersebut dan belum jelas apakah kebijakan itu merupakan bentuk pembalasan yang dijanjikannya atas tarif Carney.

Carney mengatakan pekan lalu bahwa pemerintahannya tengah mengupayakan kesepakatan yang “tahan lama”. “Kami siap duduk bersama dan mencapai kesepakatan itu ketika pihak Amerika siap,” katanya, seraya menegaskan kembali bahwa dia tidak akan menandatangani kesepakatan apa pun kecuali kesepakatan tersebut memungkinkan industri otomotif, baja, dan aluminium Kanada tetap kompetitif.

Ketua DPR AS Mike Johnson juga menyerukan agar perundingan dilanjutkan.

“Saya pikir semua orang ingin hal itu terjadi,” kata Johnson pada Kamis, sehari setelah Greer memberikan pengarahan kepada anggota DPR dari Partai Republik. “Kami membutuhkan Kanada untuk datang ke meja perundingan, beritikad baik, dan menyelesaikan masalah ini, karena hal itu sangat penting bagi kedua negara, dan para anggota badan ini meyakini hal tersebut. Saya pikir sebagian besar warga Kanada juga demikian.”

(bbn)

No more pages