Logo Bloomberg Technoz

Selain skenario kenaikan harga hingga US$120 per barel yang diprediksi Goldman, bank tersebut juga memiliki target harga lebih rendah, yakni US$80, seandainya ekspor dari kawasan tersebut kembali normal, kata Struyven. Harga minyak Brent terakhir diperdagangkan di kisaran US$97.

Situasi buntu, setelah perang yang berlangsung lebih dari enam bulan, ini telah mendorong kenaikan berbagai harga energi, di mana kenaikan harga gas alam dan produk minyak bumi melampaui kenaikan harga minyak mentah. Harga solar untuk industri bahkan telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini.

“Meski kami melihat potensi kenaikan yang signifikan pada harga minyak mentah, kami merekomendasikan investor untuk melindungi diri [hedging] dari risiko geopolitik dengan mengambil posisi beli pada gas alam global dan produk minyak olahan,” kata Struyven, merujuk pada strategi untuk meraih keuntungan. 

“Guncangan pasokan di pasar gas alam dan produk minyak olahan lebih besar dibandingkan di pasar minyak mentah.”

Menurut Struyven, China diperkirakan akan terus berperan sebagai “kekuatan penstabil” di pasar minyak mentah, dengan membatasi impor sebagai respons terhadap kenaikan harga.

Namun, dalam pasar gas alam dan produk olahannya, China tidak memainkan peran yang sama, katanya.

(bbn)

No more pages