Logo Bloomberg Technoz

Probabilitas terjadinya letusan pada beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi.

“Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar yang disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi,” tambahnya.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 7 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
  2. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker saat beraktivitas untuk menghindari gangguan pernapasan.
  3. Masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau agar tetap tenang dan tidak memercayai isu-isu bohong terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikabarkan dapat menyebabkan tsunami. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan selalu mengikuti arahan BPBD setempat.

“Tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga) ini tetap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan. Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Adapun, untuk memperoleh informasi resmi, masyarakat dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di nomor (022) 7272606 (Bandung, Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunung Krakatau di nomor (0254) 651449/085846324506 (Pasauran, Banten).

(smr/wdh)

No more pages