Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, Ahmad menekankan bahwa Bulog terus memperluas distribusi beras melalui pasar rakyat, ritel modern, serta berbagai saluran penyaluran lainnya. 

“Prinsipnya sederhana, beras harus tersedia dan harganya terjangkau. Ketika pasokan di pasar membutuhkan tambahan, BULOG siap menggelontorkan beras. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian harga sesuai HET,” tegasnya.

Ahmad mengungkapkan langkah tersebut dilakukan sekaligus sebagai upaya Bulog dalam menjalankan perannya sebagai stabilisator pangan. Dia menegaskan dengan dukungan stok yang kuat dan distribusi yang terus diperkuat, maka Bulog siap melakukan intervensi secara cepat ketika dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.

“BULOG memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, pedagang, pengelola pasar, dan jaringan ritel akan terus dilakukan agar distribusi berjalan lancar dan pasokan beras tersedia secara merata di berbagai wilayah,” tambah Ahmad.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Jumat (4/9/2026) pukul 08.30, harga beras naik pada kelompok beras super I, super II, dan medium II. 

Harga beras kualitas super I dan beras kualitas super II harga menjadi Rp17.850 dan Rp17.300 per kilogram, atau meningkat masing-masing 0,26% dan 0,29% dibandingkan harga sehari sebelumnya. 

Selanjutnya, beras kualitas medium II yang naik 0,31% menjadi senilai Rp16.350 per kilogram. Sedangkan harga beras kualitas medium I tetap yang berada pada Rp16.550 per kilogram. 

Adapun untuk beras kualitas bawah I dan II juga tidak mengalami kenaikan dan penurunan, dengan harga Rp14.850 per kg untuk kualitas bawah I dan Rp14.650 untuk beras kualitas bawah II.

(ain)

No more pages