Logo Bloomberg Technoz

Menurut Dante, langkah pertama adalah bertanya dan tidak berasumsi ketika melihat perubahan pada seseorang. Misalnya, seseorang menjadi lebih mudah cemas, sering overthinking, atau mengalami perubahan berat badan secara cepat.

"Tanya, 'Lu lagi ada masalah nggak sih?'," katanya.

Langkah kedua adalah mendengarkan dengan memberikan ruang bagi seseorang untuk bercerita tanpa menghakimi. Dante mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan atau melabeli seseorang yang sedang mengalami masalah emosional.

"Berikan ruang kepada mereka untuk bercerita. Berikan mereka tempat untuk percaya kepada teman-teman sekalian," ujarnya.

Langkah ketiga adalah menemani. Menurut Dante, seseorang perlu mengetahui bahwa dirinya tidak menghadapi masalah seorang diri.

"Pastikan mereka tahu bahwa mereka tidak harus menghadapi itu sendirian. Ini yang paling penting. Kalau mereka merasa tidak sendirian, maka keinginan untuk menyakiti dirinya menjadi lebih kecil," kata Dante.

Adapun langkah keempat adalah menghubungkan mereka dengan keluarga maupun tenaga ahli ketika diperlukan.

Gejala Depresi dan Cemas pada Anak

Dante juga memaparkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 hingga Juli yang menunjukkan adanya gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja.

Berdasarkan data tersebut, tercatat 34.961 anak dan remaja mengalami gejala depresi, sementara 33.290 mengalami gejala kecemasan.

Sementara itu, pada kelompok dewasa dan lansia, tercatat 186.629 orang mengalami gejala depresi dan 157.434 orang mengalami gejala kecemasan.

Dante menyebut gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja perlu menjadi perhatian karena berdasarkan data CKG tersebut, proporsinya disebut lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa dan lansia.

Kementerian Kesehatan, lanjut Dante, telah menyiapkan sejumlah langkah mulai dari promotif, preventif hingga kuratif untuk menangani persoalan kesehatan jiwa.

Dari sisi promotif, Kemenkes mengembangkan pola asuh positif dalam keluarga. Masyarakat juga didorong membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak serta membatasi penggunaan gawai dan gim secara berlebihan.

Selain itu, skrining kesehatan jiwa mulai diintegrasikan dalam CKG dan tersedia melalui aplikasi Satu Sehat menggunakan kuesioner SRQ-20. Kuesioner tersebut dapat diisi secara mandiri untuk membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan jiwa dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Kemenkes juga menyediakan layanan bantuan kesehatan jiwa melalui Healing119.id. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui nomor 119 dengan menekan extension 8 untuk terhubung dengan operator dan mendapatkan layanan konseling.

"Kalau ada yang merasa tidak punya teman atau membutuhkan tempat untuk bercerita, mereka bisa mengakses Healing 119," ujar Dante.

(dec)

No more pages