“Meski probabilitas kenaikan suku bunga bulan ini yang tercermin di pasar meningkat, data ketenagakerjaan akan memainkan peran sekunder dibandingkan dengan inflasi.”
Probabilitas kenaikan suku bunga yang diperkirakan investor bulan ini berdasarkan harga kontrak berjangka federal funds melonjak menjadi sedikit di atas 60%, dari sekitar 50%.
Data Inflasi Berikutnya
Laporan ketenagakerjaan menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian meningkat 162.000 pada bulan lalu, sementara data kehilangan pekerjaan pada Juli direvisi sehingga tidak lagi menunjukkan penurunan. Hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja memiliki momentum yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.
Olu Sonola, Kepala Ekonomi AS di Fitch Ratings, menyebut laporan ketenagakerjaan tersebut “jelas kuat” dan menegaskan kembali stabilitas pasar tenaga kerja. Namun, dia menambahkan, “Risiko utama sebenarnya adalah laporan CPI pekan depan. Data itulah yang berpotensi mengubah arah kebijakan.”
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data indeks harga produsen (PPI) Agustus pada Kamis, disusul indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat.
Dengan para pejabat The Fed mengkhawatirkan inflasi yang terus tinggi, tetapi masih terpecah mengenai respons kebijakan moneter dalam jangka pendek, bukti baru mengenai tekanan inflasi dapat mendorong Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan suku bunga. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah kemungkinan membuat The Fed mempertahankan suku bunga, seperti yang telah dilakukan dalam lima pertemuan sebelumnya tahun ini.
Perbedaan pandangan tersebut mengemuka dalam pertemuan Juli. Meski sebagian besar pejabat mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga, tiga pejabat berbeda pendapat (dissent) dan mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Dua pejabat yang tidak memiliki hak suara juga kemudian mengungkapkan bahwa mereka sejalan dengan pandangan para pejabat yang berbeda pendapat tersebut.
“Semuanya bergantung pada data inflasi pekan depan,” kata Yelena Shulyatyeva, ekonom senior AS di Conference Board.
Dia mengatakan “kelompok besar” pejabat The Fed menunggu data pekan depan untuk melihat bukti bahwa inflasi secara berkelanjutan kembali menuju target bank sentral sebesar 2%. “Jika itu tidak terjadi, saya pikir mereka akan menaikkan suku bunga.”
Namun, unggahan Trump di Truth Social menambahkan unsur politik dalam situasi tersebut—variabel yang selama ini berusaha dikesampingkan para pejabat The Fed dalam proses pengambilan keputusan. Trump juga secara langsung menyampaikan pesannya kepada Gubernur The Fed Kevin Warsh, meski tidak menyebut namanya.
“Turunkan suku bunga karena AS memiliki kualitas kredit yang jauh lebih kuat dibandingkan beberapa waktu lalu!” kata Trump. “Dewan The Fed, dengan pemimpin barunya yang hebat, harus mulai berpikir cerdas—JADILAH PATRIOT untuk perubahan.”
Sinyal Warsh
Trump, yang sebelumnya kerap menyerang mantan Gubernur The Fed Jerome Powell karena mempertahankan suku bunga terlalu tinggi, menunjuk Warsh sebagai penggantinya awal tahun ini. Sejauh ini, ketua The Fed yang baru tersebut berbicara tegas mengenai inflasi, tetapi sengaja menghindari sinyal spesifik bahwa dirinya mendukung kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, Warsh memberikan sinyal yang paling mendekati hal tersebut ketika berbicara pekan lalu dalam konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming.
Dalam pidatonya, dia menggambarkan pasar tenaga kerja sebagai kondisi yang stabil dan menegaskan bahwa fokusnya adalah inflasi. Dia menambahkan bahwa para pembuat kebijakan harus yakin bahwa inflasi benar-benar melambat secara signifikan. Jika tidak, mereka masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan.”
Sejak saat itu, dua anggota penting panel pembuat kebijakan The Fed menyampaikan pandangan mereka mengenai perekonomian. Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga, kecuali data inflasi pekan depan menunjukkan angka yang “tinggi.”
Gubernur Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan data inflasi terbaru “menggembirakan” dan menunjukkan bahwa tekanan harga terus mereda.
Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack juga menyampaikan pandangannya pada Jumat setelah data ketenagakerjaan dirilis. Dalam unggahan di LinkedIn, dia kembali menegaskan pandangannya bahwa sudah waktunya The Fed bertindak untuk meredam inflasi.
Hammack, salah satu dari tiga pejabat yang berbeda pendapat dalam keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada Juli, mengatakan data maupun informasi anekdotal dari wilayahnya menunjukkan bahwa kebijakan moneter belum cukup memberikan tekanan pada perekonomian.
Laporan ketenagakerjaan hari ini memperbaiki sejumlah kelemahan dalam data ketenagakerjaan sebelumnya, terutama di sektor seperti sekolah negeri, kata Mark Spindel, Chief Investment Officer Potomac River Capital LLC.
“Sekuat apa pun data hari ini, saya tidak berpikir ada yang akan langsung terdorong untuk memperketat kebijakan hanya berdasarkan data ini,” katanya. “Laporan inflasi pekan depan akan menjadi penentu.”
(bbn)






























