Logo Bloomberg Technoz

Sebanyak 332 saham menguat, dan 206 saham melemah. Sementara, 188 saham tidak bergerak.

Untuk perdagangan hari ini, Jumat (4/9/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG ditopang derasnya net foreign buy Rp1,07 triliun serta penguatan saham big caps. Penguatan juga sejalan dengan apresiasi nilai tukar rupiah mencapai Rp17.660/US$.

“Secara teknikal, IHSG breakout resistance 6.650 dan ditutup di 6.668, mengonfirmasi momentum bullish dengan MACD tetap positif,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas,

Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat. Namun, posisi yang sudah relatif tinggi membuka peluang profit taking jangka pendek.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBCA, LSIP, dan ARCI.

Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, membaiknya indeks bursa global dan pasar obligasi global menjadi sentimen positif, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Terlebih lagi, pernyataan terbaru dari Gubernur The Fed Christopher Waller yang menyatakan cenderung untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan The Fed bulan ini. Komentar lebih dovish dari Waller berhasil menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan menjadi 50% (dari yang sebelumnya: 60%).

Mirae Asset Sekuritas Indonesia turut menyebut, Waller mengindikasikan adanya tanda-tanda disinflasi dan mendukung penahanan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan mendatang jika tren penurunan inflasi berlanjut. 

“Pernyataan ini memberikan napas lega bagi para pelaku investor, meskipun perhatian market tetap tertuju pada data non–farm payrolls dan angka inflasi yang akan datang terkait kepastian arah kebijakan moneter The Fed,” papar Mirae Asset Sekuritas dalam catatannya pagi hari ini, Jumat.

Dengan itu, secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 6.705–6.760 pada perdagangan Jumat (4/9/2026) hari ini.

“Namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi,” terang Phintraco.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, berlanjutnya penguatan Bursa Wall Street, naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah, emas, batubara dan tembaga serta aksi beli investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.600–6.530 dan resistance 6.735–6.805,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham ADMR, AADI, ADRO, SMGR, BMRI, dan MDKA.

Panin menyematkan IHSG berpotensi menguat, disebabkan oleh stabilnya nilai tukar rupiah, menguatnya sebagian besar komoditas di hari ini, serta kembali masuknya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BDMN, AALI, dan SMDR.

(fad)

No more pages