Logo Bloomberg Technoz

Mandiri: El Nino Berpotensi Seret Inflasi ke 3,5%

Redaksi
03 September 2026 19:50

Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)
Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Mandiri menyebut bahwa fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2026 berpotensi menyeret angka inflasi ke level 3,5%. Proyeksi ini merupakan batas atas proyeksi inflasi pemerintah yang dipatok sebesar 2,5% plus minus 1.

“Kita sudah antisipasi ya, ada potensi penguatan dampak El Nino terjadi di semester 2 ini. Jadi forecast inflasi kita di akhir tahun 3,5% itu sebenarnya sudah mencakup resiko kenaikan El Nino,” kata Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri Dian Ayu Yustina dalam Indonesia Economic Outlook: Building Domestic Resilience in the Midst of Global Vulnerability, Kamis (3/9/2026).

Menurut Dian, kenaikan inflasi tersebut didongkrak oleh inflasi harga pangan yang berpotensi melonjak hingga 6%. Per Agustus, inflasi harga pangan sudah berada di kisaran 3,9%.


Inflasi harga pangan menurutnya akan memburuk dengan adanya dampak El Nino. Secara lebih detil, elastisitas menunjukan dampak terbesar di komoditas hortikultura.

“Jadi kita melihat setiap kenaikan indeks El Nino sebesar 11 poin, itu akan menaikkan harga bawang merah dan cabai merah terutama ya, yang akan terimbas masing-masing kisaran 2%, 2,4% untuk bawang merah, 2,2% untuk cabai merah,” kata Dian.