Logo Bloomberg Technoz

Dian menyebut perekonomian Indonesia pada kuartal II-2026 masih sangat resilien, yang didorong oleh dua komponen utama yakni belanja pemerintah dan investasi.

Di kuartal II-2026 belanja pemerintah mencapai pertumbuhan hingga 16%, turun apabila dibandingkan dengan kuartal I-2026 yang sebesar 21%.

“Tentunya belanja pemerintah ini masih sangat ditopang oleh akselerasi atau percepatan belanja terkait dengan program-program prioritas. Antara lain MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan juga belanja infrastruktur,” kata Dian.

Ia menggarisbawahi bahwa kontribusi pengeluaran pemerintah terhadap ekonomi meningkat ke level tertinggi sepanjang sejarah. Sejak kuartal I-2026, kontribusi belanja pemerintah berada di atas 1%, lebih tinggi dari rata-rata historis, yang biasanya naik pada masa-masa pemilihan umum.

“Artinya akselerasi belanja pemerintah itu sudah mencapai fase yang mirip ketika tahun pemilu. Jadi memang ini positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena memang menopang growth di saat kita masih berada di tengah gejolak global yang tidak pasti,” katanya.

Kedua, investasi juga memberikan andil bagi pertumbuhan ekonomi di  kuartal II-2026 dengan kenaikan 6,9% dibanding kuartal I-2026.

Sementara itu, dari segi konsumsi terdapat moderasi konsumsi rumah tangga yang hanya mencapai pertumbuhan 5,1%, turun dibandingkan dengan kuartal I-2026 yang mencapai 5,5%.

Namun, Dian mengingatkan bahwa di kuartal I-2026 terdapat hari besar keagamaan yang berpengaruh terhadap kenaikan konsumsi masyarakat.

(ell)

No more pages