Padahal, jika keuntungan divestasi proyek tambang emas itu tidak diperhitungkan, perseroan akan membukukan rugi sebelum pajak sekitar US$108,34 juta.
Situasi itu disebabkan karena PSAB mencatat penghapusan properti pertambangan di Penjom, Malaysia, sebesar US$102,92 juta atau sekitar Rp1,73 triliun.
Nilai tercatat properti pertambangan Penjom turun dari US$119,45 juta pada awal tahun menjadi US$16,53 juta per 30 Juni 2026.
Perseroan juga membentuk cadangan kerugian penurunan nilai properti pertambangan sebesar US$25,02 juta.
Selain itu, PSAB mencatat kerugian penurunan nilai aset tetap sebesar US$59,58 juta serta amortisasi dan penghapusan sebesar US$105,57 juta pada semester I-2026.
Kedua beban tersebut meningkat tajam dibandingkan masing-masing US$3,75 juta dan US$7,54 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, kinerja operasional PSAB menunjukkan perbaikan. Penjualan meningkat 14,5% menjadi US$160,64 juta dari US$140,30 juta, sementara laba kotor melonjak 61,0% menjadi US$141,69 juta dari US$87,99 juta.
Di sisi lain, sebagian besar kas dari divestasi tambang emas Doup justru dialihkan ke bank dan produk reksa dana.
Per 30 Juni 2026, investasi PSAB mencapai US$195,36 juta, melonjak dari US$3,29 juta pada akhir 2025. Nilai tersebut terutama terdiri dari Currency Linked Investments sebesar US$194,17 juta, selain reksa dana US$435.408 dan deposito berjangka yang dibatasi pencairannya US$750.000.
Currency Linked Investments tersebut ditempatkan oleh J Resources Netherland B.V. (JRN), entitas anak PSAB, pada DBS Bank Limited, Singapura. Instrumen tersebut terdiri dari sejumlah penempatan dalam dolar Singapura dan dolar AS dengan tingkat imbal hasil antara 3,10%-4,38% per tahun.
Sementara itu, PSAB juga menempatkan investasi pada Reksa Dana Sucorinvest Money Market Fund yang dikelola PT Sucorinvest Asset Management. Per 30 Juni 2026, nilai aset bersih investasi reksa dana tersebut mencapai sekitar Rp7,77 miliar.
Di sisi arus kas, PSAB menerima US$328,50 juta dari penjualan entitas anak dan tambahan US$209,74 juta dari penyelesaian liabilitas entitas anak yang dilepas.
Alhasil, arus kas bersih dari aktivitas investasi mencapai US$295,88 juta, berbalik dari penggunaan kas US$14,41 juta pada semester I-2025.
(fik/naw)

































