Logo Bloomberg Technoz

IIR Energy mengatakan pekan lalu bahwa telah terjadi peningkatan perlahan dalam operasi kilang di Timur Tengah secara lebih luas, dengan mencatat peningkatan pasokan dari kilang Mina Al Zour di Kuwait.

Ekspor dari fasilitas-fasilitas ini mungkin memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang kekurangan produk minyak akibat konflik di Timur Tengah dan diperparah oleh serangan drone Ukraina terhadap kilang-kilang di Rusia.

Kedua perang tersebut telah membuat harga bahan bakar tetap tinggi, sehingga menimbulkan tekanan inflasi pada perekonomian global.

Sejauh ini, Adnoc telah mampu memulihkan ekspor bahan bakar hingga sekitar 70% dari tingkat sebelum perang, kata salah satu sumber yang mengetahui hal tersebut.

Perusahaan mengekspor sekitar 600.000 barel per hari berupa produk seperti solar, bahan bakar jet, dan nafta selama dua bulan pertama tahun ini, sebelum konflik dimulai, menurut peneliti pasar Vortexa.

Beroperasinya kembali kilang Ruwais menjadi hal penting karena kilang ini biasanya mengekspor sebagian besar produksinya, di mana bahan bakar seperti solar terutama dikirim ke Eropa.

Hal ini menjadikan kilang tersebut—dan kilang-kilang lain di Timur Tengah—sangat krusial di tengah kenaikan harga produk olahan minyak, di mana selisih harga (premium) solar terhadap minyak mentah berada pada tingkat tertinggi dalam lebih dari 15 tahun terakhir.

Operasi kilang Ruwais dihentikan pada Maret setelah serangan drone Iran memicu kebakaran di kawasan tersebut. Kilang tersebut sebenarnya telah beroperasi dengan kapasitas terbatas selama beberapa minggu karena terhambatnya arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang menghalangi sebagian pasokan mencapai pasar.

(bbn)

No more pages