Baca Juga: Tim Cook Pernah Kerja Sampingan di Nike
Di era kepemimpinan Tim Cook, Apple juga tidak lagi hanya bergantung pada iPhone. Perusahaan memperluas bisnis layanan melalui Apple Music, Apple TV+, Apple Pay dan iCloud. Apple juga mengembangkan sejumlah kategori produk baru seperti Apple Watch, AirPods dan Vision Pro.
Apple semakin agresif mengendalikan teknologi intinya. Salah satu tonggak terbesar adalah keputusan untuk beralih dari prosesor Intel ke chip buatan sendiri melalui Apple Silicon pada 2020.
Hasilnya terlihat pada skala bisnis. Apple menyebut kapitalisasi pasarnya meningkat dari sekitar US$350 miliar menjadi US$4 triliun selama kepemimpinan Tim Cook.
Baca Juga: Apple Hanya Gunakan Dua Komponen Produksi Indonesia
Pendapatan tahunan Apple juga meningkat hampir empat kali lipat, dari US$108 miliar pada tahun fiskal 2011 menjadi lebih dari US$416 miliar pada tahun fiskal 2025.
Keberhasilan Finansial Mengubah Karakter Apple
Namun, keberhasilan finansial tersebut datang bersamaan dengan perubahan karakter Apple. Di era Jobs, Apple dikenal berani mengambil taruhan besar untuk menciptakan kategori produk baru.
Steve Jobs menempatkan produk dan pengalaman pengguna sebagai pusat perusahaan. Sementara Tim Cook membawa disiplin yang lebih besar terhadap efisiensi, skala produksi, rantai pasok dan monetisasi ekosistem.
Perbedaan tersebut membuat era Tim Cook kerap dipandang sebagai periode ketika Apple berubah dari perusahaan yang mengejar terobosan produk menjadi mesin bisnis yang sangat efisien.
Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan Apple bukan lagi sekadar bagaimana menjual lebih banyak iPhone, tetapi bagaimana menemukan gelombang inovasi berikutnya. Salah satu contohnya adalah kecerdasan buatan atau AI. Apple relatif tertinggal dalam perlombaan AI dibanding sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya. Pengembangan Siri dan sejumlah fitur AI Apple juga mengalami penundaan.
Apple kini menghadapi tekanan untuk membuktikan bahwa investasi besarnya pada AI dapat menghasilkan produk yang benar-benar mengubah pengalaman pengguna, bukan sekadar menambahkan fitur baru ke dalam ekosistem yang sudah ada.
Estafet Apple ke John Ternus
Pergantian Tim Cook ke John Ternus karena itu menjadi lebih dari sekadar pergantian CEO. John Ternus datang dari sisi rekayasa perangkat hardware Apple dan telah menghabiskan sebagian besar kariernya mengembangkan produk perusahaan.
John Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 dan terakhir kali menjabat sebagai senior VP of Hardware Engineering. Dalam posisi tersebut, ia memimpin tim yang bertanggung jawab atas pengembangan perangkat keras Apple, termasuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch dan AirPods.
Berbeda dari Tim Cook yang dikenal sebagai ahli operasional dan rantai pasok, John Ternus memiliki latar belakang yang lebih dekat dengan produk dan rekayasa. Ia menjadi salah satu eksekutif yang berada di balik pengembangan berbagai generasi perangkat Apple dalam dua dekade terakhir.
Penunjukan John Ternus juga memberikan sinyal mengenai arah Apple setelah era Tim Cook. Jika Tim Cook membangun pondasi operasional dan finansial, John Ternus akan menghadapi tantangan kekuatan tersebut menjadi generasi produk berikutnya.
Di mana, AI menjadi salah satu arena utama. Apple harus mengejar ketertinggalan dalam AI tanpa kehilangan pendekatan yang selama ini menjadi ciri khas perusahaan, yakni integrasi ketat antara perangkat hardware, perangkat software dan layanan.
Selama 15 tahun, Tim Cook telah membuktikan bahwa Apple tidak harus selalu menciptakan kategori produk revolusioner untuk menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Kini, setelah membawa Apple dari kapitalisasi pasar sekitar US$347 miliar menjadi sekitar US$4,6 triliun, Tim Cook menyerahkan perusahaan kepada sosok yang lebih dekat dengan dunia produk.
(mef/wep)






























