“Pada dasarnya kan setiap perusahaan itu punya rencana kerja masing-masing. Nanti coba ditanyakan ke Telkom. Nanti bagaimana prosesnya, kan mereka punya hierarkinya,” tutur Dony.
Wacana merger MTEL dan TBIG sebelumnya juga pernah mencuat dan kembali dibahas pada 2025. Nilai gabungan kedua perusahaan saat itu diperkirakan mencapai sekitar Rp90 triliun.
Rencana tersebut muncul di tengah upaya konsolidasi industri menara telekomunikasi. Jika terealisasi, penggabungan Mitratel dan TBIG akan menyatukan dua pemain besar di bisnis menara Indonesia dengan skala aset dan jaringan yang besar. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai struktur transaksi maupun pelaksanaannya.
Mitratel sendiri terus memperluas bisnisnya melalui ekspansi menara dan infrastruktur digital. Pada kuartal I 2026, Mitratel membukukan pendapatan Rp2,3 triliun dengan EBITDA margin 82,7%.
(cpa/ell)





























