Logo Bloomberg Technoz

Lalu lintas LNG yang terpantau melalui selat tersebut—sebelumnya menyumbang sekitar seperlima dari total pengiriman global—praktis terhenti selama dua bulan terakhir. Sebaliknya, arus pasokan minyak mentah terbukti lebih stabil.

Kawasan Teluk Persia biasanya memasok sekitar sepertiga kebutuhan LNG China, dan gangguan berkepanjangan ini mendorong negara tersebut mencari pasokan tambahan dari wilayah lain, termasuk Rusia dan Malaysia.

Penurunan permintaan dari salah satu pembeli terbesar di dunia ini berpotensi memberikan sedikit kelegaan bagi para importir di Eropa, yang sedang di bawah tekanan untuk mengisi kembali persediaan yang berada di bawah rata-rata menjelang musim dingin. 

Faktor-faktor yang mungkin mendorong kembali permintaan China antara lain musim dingin yang lebih dingin dari perkiraan, pemulihan produksi gas domestik yang lebih lambat, serta penyelesaian konflik antara AS dan Iran, kata Xiong. 

Total impor negara tersebut pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 61,3 juta metrik ton, katanya. Tahun lalu, total pengiriman mencapai 68,4 juta metrik ton, menurut data bea cukai China.

(bbn)

No more pages