Logo Bloomberg Technoz

Optimisme atas pasar semikonduktor ini memberikan ketengan bagi para investor yang khawatir akan terjadinya bubble ekonomi akibat AI. Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia, adalah penyedia terkemuka akselerator AI, komponen kunci untuk melatih dan menjalankan model AI. Status tersebut telah mengubah laba kuartalannya menjadi barometer kondisi industri secara lebih luas.

Dalam laporan laba kuartal kedua Nvidia, CEO Jensen Huang mengatakan bahwa permintaan justru semakin meningkat. Ia juga memuji peluncuran lini chip terbaru perusahaan, Vera Rubin.

“Pembangunan infrastruktur AI sedang berjalan dengan penuh semangat. Vera Rubin, yang kini telah beroperasi penuh, dirancang khusus untuk mendukung momen seperti ini,” ucap dia.

Pendapatan pada periode saat ini akan mencapai US$108 miliar, plus atau minus 2%, kata perusahaan tersebut. Para analis memperkirakan rata-rata sebesar US$105,2 miliar. Margin kotor, yaitu persentase penjualan yang tersisa setelah dikurangi biaya produksi, akan mencapai sekitar 74% pada kuartal ini.

Nvidia memperingatkan bahwa margin akan menyempit dalam beberapa bulan mendatang sementara perusahaan menghadapi lonjakan biaya memori. 

Nvidia memperkirakan angka tersebut akan mencapai titik terendah pada kuartal keempat tahun fiskal — periode yang berlangsung hingga Januari — di kisaran 71% hingga 72%.

Seiring dengan kenaikan harga yang diterapkan Nvidia, kisaran tersebut diperkirakan akan stabil di 72% hingga 73% pada tahun fiskal 2028, kata Kress.

Pesan yang lebih lugas adalah bahwa permintaan dari pelanggan tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. 

Proyeksi Penjualan Nvidia Memicu Lonjakan Terbesar Saham Sejak 2025 (Bloomberg)

Usai bertahun-tahun mengalami pertumbuhan yang tak terkendali, beberapa investor mulai khawatir akan potensi terjadinya bubble.

Beragam perjanjian investasi Nvidia dengan perusahaan-perusahaan di sektor ekonomi AI juga memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan yang saling menguntungkan ini akan membuat industri berada di posisi yang lebih rapuh.

“Kami sangat menginginkan pasokan yang lebih banyak. Ini adalah tentang seberapa banyak lagi yang bisa Anda lakukan?” kata Kress dalam sebuah wawancara.

Pada kuartal kedua, yang berakhir pada 26 Juli, penjualan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$96,2 miliar. Laba per saham mencapai US$2,22, tidak termasuk pos-pos tertentu. Para analis sebelumnya memperkirakan pendapatan US$92,5 miliar dan laba per saham US$2,09.

Divisi pusat data Nvidia yang sangat penting mencatatkan pendapatan US$89 miliar, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata US$85,8 miliar. Kelompok yang dikenal sebagai hyperscalers, yang mencakup Amazon.com Inc. dan Google milik Alphabet Inc., menyumbang sebagian besar dari penjualan tersebut.

Nvidia berupaya memperluas basis pelanggannya, dengan tujuan menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak terlalu bergantung pada sekelompok kecil raksasa teknologi untuk sebagian besar penjualannya.

Di sisi lain, investor kini semakin sulit untuk diimpresikan. Nvidia telah melampaui perkiraan Wall Street dalam hal penjualan selama 16 kuartal berturut-turut. Namun, hal itu tidak selalu menguntungkan sahamnya, karena pemegang saham menganggap pertumbuhan pesat dan kinerja yang melampaui ekspektasi sebagai hal yang sudah biasa. Saham tersebut turun pada hari berikutnya setelah lima dari enam laporan keuangan terakhirnya.

Satu-satunya perusahaan di industri semikonduktor yang mampu menyaingi lonjakan pendapatan Nvidia adalah produsen chip memori: Samsung Electronics Co., SK Hynix Inc., dan Micron Technology Inc. Pelatihan dan pengoperasian perangkat software AI membutuhkan memori komputer dalam jumlah sangat besar, yang telah mendorong pertumbuhan namun juga memberikan beban berat pada pabrik-pabrik mereka. 

Walau sedang memperluas kapasitas, perusahaan-perusahaan tersebut memperkirakan tidak akan mampu mengejar permintaan dalam beberapa tahun ke depan. Kekurangan pasokan tersebut menyebabkan harga chip memori melonjak.

Proyeksi Penjualan Nvidia Memicu Lonjakan Terbesar Saham Sejak 2025 (Bloomberg)

Krisis ini juga berdampak pada Nvidia karena memori dikemas bersama chip-chipnya. Perusahaan tersebut telah memberi tahu pelanggan bahwa mereka akan menaikkan harga produknya untuk menyesuaikan dengan kenaikan biaya.

Di saat yang sama, gelombang pesaing potensial tengah mengincar pasar menggiurkan Nvidia. Selain itu, pelanggan perusahaan itu sendiri semakin banyak yang mengembangkan chip sendiri, yang berpotensi mengurangi ketergantungan mereka pada Nvidia dalam jangka panjang.

Baru minggu ini, OpenAI, startup di balik ChatGPT, menyatakan bahwa prosesor Jalapeno barunya menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada jajaran produk Nvidia saat ini dalam pengujian.

Nvidia telah menghabiskan sebagian besar waktu sepanjang tahun lalu untuk menjalin kesepakatan investasi dengan perusahaan-perusahaan AI besar, termasuk developer software maupun infrastruktur yang mendukungnya. Perjanjian-perjanjian tersebut — beserta dukungan finansial yang dijanjikan — secara teori telah membuat Nvidia terikat pada kewajiban senilai puluhan miliar dolar AS.

(bbn)

No more pages