Informasi yang dialihkan mencakup kegiatan operasional, hubungan dengan pelanggan dan mitra usaha, perjanjian material yang sedang berjalan, status perizinan, kewajiban kepada regulator, serta hal-hal material lain yang diperlukan untuk mendukung tugas pengurus baru.
MBSS juga memastikan jajaran Direksi dan Komisaris yang saat ini menjabat masih menjalankan fungsi masing-masing hingga pengunduran diri efektif dan susunan pengurus baru ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Selama proses transisi tersebut berlangsung dan sampai dengan efektifnya pengunduran diri dan ditetapkannya susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru melalui RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris yang saat ini menjabat tetap melaksanakan tugas, fungsi, kewenangan, dan tanggung jawabnya," lanjut Emy.
Perseroan menyebut pemantauan dan koordinasi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kewajiban material tetap berjalan, termasuk perizinan operasional, perjanjian charter, serta kewajiban kepada regulator, mitra usaha, dan pihak terkait lainnya.
"Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris tersebut pada prinsipnya merupakan bagian dari proses transisi kepengurusan sebagai akibat dari perubahan pengendalian Perseroan dan tidak dimaksudkan untuk mengubah, menunda, atau menghentikan pelaksanaan kewajiban Perseroan yang sedang berjalan," imbuh Emy.
Adapun, pergantian jajaran pengurus tersebut selanjutnya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MBSS yang dijadwalkan pada 17 September 2026 mendatang.
RUPSLB tersebut juga akan menjadi forum untuk menegaskan susunan pemegang saham MBSS setelah transaksi pengalihan saham kepada WGC selesai. Sebagaimana diketahui, transaksi pengalihan saham dari PT Galley Adhika Arnawama kepada WGC telah diselesaikan melalui mekanisme crossing di Pasar Negosiasi BEI pada 31 Juli 2026.
(dhf)































