Sebanyak 330 saham mengalami kenaikan, dan ada 277 saham melemah. Sedangkan 179 saham enggan bergerak.
Sejumlah sektor menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham–saham energi, saham konsumen non-primer, dan saham keuangan mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 0,99%, 0,74% dan 0,65%.
Menguatnya IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham big caps. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 11,09 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 9,91 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyumbang 9,24 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 4,4 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 3,4 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 1,64 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyumbang 1,32 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 1,05 poin
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyumbang 0,96 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 0,81 poin
Panin Sekuritas menyebut, IHSG menguat sejalan dengan bursa Amerika Serikat (AS) yang juga menghijau di tengah sikap wait and see investor yang akan mencermati pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium di Jackson Hole (Wyoming). Investor berekspektasi The Fed akan mempertahkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan, dengan probabilitas sekitar 66%.
“Harga minyak yang relatif stabil dan tensi geopolitik yang membaik juga turut menopang bursa,” sebut riset Panin Sekuritas.
(fad/aji)





























