Logo Bloomberg Technoz

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa saat fenomena gerhana terjadi, wilayah Indonesia sedang berada pada waktu pagi hingga siang hari. Pada saat tersebut, posisi Bulan berada di bawah ufuk atau di sisi Bumi yang membelakangi wilayah Indonesia.

"Kondisi ini menyebabkan Gerhana Bulan Sebagian tidak terlihat dari wilayah Indonesia," kata Ayu dalam keterangannya, Rabu (26/7).

Perbedaan zona waktu dan posisi rotasi Bumi membuat fenomena indah ini melewaki kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.

Ayu menjelaskan fenomena gerhana Bulan sebagian ini hanya dapat disaksikan oleh masyarakat yang berada di sebagian besar benua Amerika, Afrika, Eropa, serta wilayah Asia bagian Tengah dan Timur Tengah.

Pengamat di zona geografis tersebut disuguhkan pemandangan perubahan warna pada permukaan Bulan secara beratah.

Keseluruhan proses fenomena alam ini, mulai dari kontak penumbra awal hingga berakhir, memiliki total durasi selama 5 jam 38 menit.

Durasi yang panjang ini memberikan waktu melimpah bagi para astronom profesional maupun masyarakat umum untuk mendokumentasikannya.

Mekanisme Terjadinya Gerhana Bulan dan Cara Menyaksikannya

Gerhana Bulan terjadi akibat fenomena dinamis pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Saat fase Bulan purnama, Bumi bergerak berada tepat di antara Matahari dan Bulan dalam posisi sejajar.

Sejajarnya ketiga benda langit ini memicu penutupan garis edar cahaya Matahari secara bertahap.

Konfigurasi ini menghalangi pancaran cahaya Matahari sehingga tidak semuanya sampai ke permukaan Bulan.

Akibatnya, piringan Bulan purnama yang semula terang benderang akan kehilangan sebagian dari intensitas cahayanya.

Pada fenomena gerhana kali ini, posisi sejajar tersebut membuat sebagian piringan Bulan masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Alhasil, saat mencapai puncak gerhana, bagian Bulan yang terpapar bayangan umbra akan terlihat berwarna jauh lebih gelap.

Warna gelap ini menjadi kontras visual yang memikat mata bagi siapa saja yang berada di lokasi pengamatan ideal.

Umbra adalah bayangan inti di bagian tengah yang sangat gelap karena proyeksi bayangan Bumi menutup cahaya Matahari secara penuh. Sementara itu, penumbra adalah bayangan kabur di bagian luar yang lebih terang karena bayangan Bumi hanya menutup sebagian cahaya Matahari.

Kombinasi dua jenis bayangan Bumi ini menciptakan efek visual gradasi yang sangat khas selama proses gerhana berlangsung.

Bagi penikmat astronomi di kawasan Amerika dan Eropa, pengamatan dapat dilakukan langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu.

Namun penggunaan teropong bintang atau teleskop sangat disarankan untuk menangkap detail kawah Bulan yang tertutup bayangan.

Meski tidak dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan siaran langsung atau live streaming melalui kanal resmi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Fasilitas siaran digital ini menjadi alternatif terbaik bagi publik tanah air untuk tetap bisa menikmati keindahan langit tersebut.

Kamera canggih milik NASA akan menyiarkan setiap tahapan gerhana secara real-time dari teleskop terbaik di berbagai belahan dunia.

Masyarakat cukup memantau saluran resmi dari perangkat komputer atau ponsel pintar masing-masing tanpa dipungut biaya.

Fenomena gerhana Bulan sebagian ini sekaligus menjadi sarana edukasi yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan antariksa.

Meskipun terhalang oleh waktu dan geografis, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap fenomena sains ini tetap tergolong tinggi.

(seo)

No more pages