Logo Bloomberg Technoz

SKK Migas menyatakan bantuan dari BNPB juga diharapkan dapat dilakukan melalui fasilitasi peralatan dan koordinasi personel di lapangan.

Adapun, SKK Migas mencatat kebakaran di sekitar obyek vital nasional (obvitnas) tersebut terjadi pada Sabtu  (22/8/2026).

“Melalui jalur udara sebagai perlindungan terhadap fasilitas produksi dan pekerja di area Kilang LNG Tangguh KKKS BP Berau Ltd. Wilayah Kerja Berau dan di area Lapangan AKM KKKS Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. Wilayah Kerja Kasuri,” tulis poin ke-2 surat tersebut.

Dalam lampiran surat tersebut, ditunjukan bahwa titik kebakaran terpantau di sejumlah lokasi, dengan jarak sekitar 9 kilometer (km), 14 km, dan 15,5 km dari titik acuan di sekitar kawasan LNG Tangguh.

“Mengingat kondisi yang sangat darurat dan berdampak pada ketersediaan energi secara nasional, dengan ini kami mohon bantuan Bapak Kepala BNPB untuk memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan pada Wilayah Kerja migas dimaksud,” tegas SKK Migas.

Mitigasi BP

Sekadar informasi, BP Indonesia memastikan seluruh area dan operasional fasilitas LNG Tangguh dalam kondisi aman dari ancaman kebakaran hutan yang meluas di wilayah Teluk Bintuni, Papua Barat.

Corporate Communications Strategist BP Indonesia Wigra Hanafiah menjelaskan langkah penanganan yang cepat langsung dilakukan begitu titik api terdeteksi demi meminimalkan risiko eskalasi.

“Tim Tangguh telah secara aktif merespons situasi kebakaran hutan tersebut dengan melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mencegah api semakin mendekati fasilitas kami maupun masyarakat di sekitar area operasi,” ungkap Wigra saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran hutan tersebut sebelumnya mulai terdeteksi di beberapa titik yang berada di sekitar area luar perimeter fasilitas Tangguh LNG sejak Jumat malam (21/8/2026).

Meski jarak titik api terbilang dekat dengan kawasan kilang dan permukiman warga, Wigra menyebut tim tanggap darurat perusahaan telah disiagakan untuk melokalisasi kobaran api agar tidak menembus batas aman operasional.

"Untuk mempercepat pemadaman dan pencegahan penyebaran api, BP Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas sektor migas dan penanggulangan bencana termasuk dengan SKK Migas serta Kementerian ESDM," ungkapnya.

Selain itu BP Indonesia juga menjalin kerja sama erat dengan BNPB, pemerintah daerah, aparat keamanan setempat, dan masyarakat sekitar.

Dia menegaskan keselamatan pekerja, kontraktor, dan warga lokal yang bermukim di sekitar area operasi kilang menjadi fokus penanganan utama saat ini. 

Untuk itu, seluruh infrastruktur proteksi dan prosedur tanggap darurat terbaik diturunkan untuk menjaga integritas serta keamanan kilang gas alam cair tersebut.

Wigra menambahkan tim di lapangan tidak berhenti melakukan pengawasan ketat selama 24 jam penuh.

Pemantauan secara berkala terus dilakukan untuk memantau pergerakan angin dan potensi munculnya titik api baru.

“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait guna memastikan respons yang cepat, aman, dan terkoordinasi,” katanya.

Untuk diketahui, peristiwa karhutla melanda wilayah Distrik Sumuri dan Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, persis di sekitar area fasilitas LNG Tangguh yang dikelola oleh BP Berau Ltd.

Kebakaran ini terdeteksi sejak Jumat malam, (21/8/2026), dan mengobarkan kobaran api serta asap tebal di areal semak belukar hingga lokasi luar pagar perimeter kilang gas.

Adapun dalam laporan terbaru, BNPB Papua Barat, telah melakukan upaya pembentukan sekat bakar (firebreak) di area perimeter untuk menahan laju persebaran api agar tidak merembet ke infrastruktur utama produksi gas.  

Dalam merespons kendala medan darat yang membentang luas dan sulit dijangkau armada darat, BNPB juga telah memprioritaskan operasi pemadaman dari udara (water bombing).

Selain itu, koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga disiapkan untuk skenario operasi modifikasi cuaca (OMC) guna memancing hujan buatan di atas wilayah terdampak.

(azr/wdh)

No more pages