Logo Bloomberg Technoz

Bagi pengguna yang ingin mengikuti tren tersebut, tahap pertama yang perlu disiapkan adalah data riwayat lokasi. Data ini nantinya menjadi dasar bagi layanan visualisasi untuk menggambarkan perjalanan dalam bentuk animasi.

Semakin lengkap riwayat lokasi yang tersedia, semakin banyak pula rute yang dapat ditampilkan. Karena itu, pengguna perlu memastikan data perjalanan pada periode yang dipilih memang tersimpan dengan baik.

Cara Membuat Tren Linimasa Google Maps

Langkah awal dimulai dengan menyiapkan data Linimasa Google Maps. Pengguna perlu memastikan riwayat lokasi yang ingin divisualisasikan tersedia pada akun Google yang digunakan.

Pada perangkat Android, pengaturan terkait lokasi dapat diperiksa melalui menu Pengaturan atau Settings. Setelah itu, pilih Lokasi atau Location dan lanjutkan ke bagian Layanan Lokasi atau Location Services.

Pengaturan tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan layanan lokasi pada perangkat dapat digunakan. Setelah data tersedia, pengguna dapat melanjutkan ke fitur Linimasa Google Maps.

Buka Google Maps menggunakan akun Google yang menyimpan riwayat lokasi. Kemudian masuk ke menu Linimasa atau Timeline untuk melihat catatan perjalanan yang tersedia.

Pada tahap ini, pengguna dapat menentukan periode yang ingin divisualisasikan. Pilihannya bisa berupa perjalanan selama satu bulan, beberapa bulan, atau bahkan seluruh perjalanan selama satu tahun.

Pemilihan periode sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika video ditujukan untuk media sosial, periode dengan perjalanan yang lebih beragam dapat menghasilkan visualisasi yang lebih menarik.

Setelah menentukan periode, tahap berikutnya adalah mengekspor data Linimasa. Pengguna dapat memilih opsi Ekspor Data Linimasa atau Export Timeline Data yang tersedia pada pengaturan terkait.

Data yang telah diekspor kemudian perlu disimpan di lokasi yang mudah ditemukan. File tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk membuat visualisasi perjalanan.

Setelah data siap, pengguna dapat membuka layanan Timeline Visualizer melalui browser. Data Linimasa Google Maps kemudian dimasukkan ke layanan tersebut sesuai petunjuk yang tersedia.

Beberapa layanan berbasis web yang disebut dalam tren ini antara lain Google Timeline Visualizer dari AHN Lab dan TimelineVisualizer.net. Keduanya dapat digunakan untuk mengolah data perjalanan menjadi visualisasi berdasarkan riwayat lokasi.

Pada tahap ini, pengguna perlu mengikuti instruksi yang diberikan oleh layanan masing-masing. Pastikan file data yang dimasukkan sesuai dengan format yang diminta agar proses visualisasi dapat berjalan.

Jika layanan menyediakan pilihan periode, pengguna dapat kembali menentukan rentang waktu perjalanan yang ingin ditampilkan. Pengaturan ini berguna untuk membuat durasi animasi tetap sesuai kebutuhan.

Periode yang terlalu panjang dapat menghasilkan video dengan rute yang sangat padat. Sebaliknya, memilih periode tertentu dengan perjalanan yang lebih jelas dapat membuat hasil akhir lebih mudah dipahami.

Pengguna yang ingin membagikan video ke TikTok atau platform lain juga dapat memilih perjalanan yang memiliki pola rute menarik. Misalnya, perjalanan liburan dengan beberapa kota tujuan dapat menghasilkan garis perjalanan yang lebih dinamis.

Ubah Jejak Perjalanan Menjadi Video

My Journey Maps di Google Maps (Dok. Ist)

Setelah periode dan data ditentukan, proses berikutnya adalah membuat animasi. Pada layanan yang menyediakan fitur tersebut, pengguna dapat menjalankan proses dengan menekan tombol Create MP4.

Sistem kemudian akan mengolah data lokasi dan mengubahnya menjadi animasi perjalanan. Garis rute akan bergerak mengikuti lokasi yang tercatat sehingga pengguna dapat melihat perjalanan dari titik awal hingga tujuan.

Durasi proses pembuatan video dapat bergantung pada jumlah data dan layanan yang digunakan. Jika data perjalanan cukup banyak, proses pengolahan dapat membutuhkan waktu lebih lama.

Setelah animasi selesai dibuat, video dapat disimpan menggunakan tombol Download MP4 yang tersedia pada halaman layanan. File tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan konten di berbagai platform.

Sebelum membagikannya, pengguna dapat melakukan penyuntingan tambahan jika diperlukan. Musik, teks, tanggal perjalanan, maupun keterangan mengenai lokasi yang dikunjungi dapat ditambahkan agar video terasa lebih personal.

Konten juga dapat disesuaikan dengan format platform yang digunakan. Untuk media sosial berbasis video pendek, misalnya, pengguna dapat memilih bagian perjalanan yang paling menarik agar video tidak terlalu panjang.

Tren Linimasa Google Maps menjadi menarik karena mengubah data perjalanan yang sebelumnya hanya berupa catatan lokasi menjadi sebuah cerita visual. Garis yang bergerak di atas peta memberikan gambaran mengenai seberapa jauh dan ke mana saja seseorang bepergian.

Bagi pengguna yang sering bepergian, visualisasi tersebut juga dapat menjadi semacam dokumentasi perjalanan. Seluruh rute yang telah dilalui dapat dirangkum dalam satu video tanpa harus membuat catatan perjalanan secara manual.

Selain perjalanan liburan, metode ini dapat digunakan untuk berbagai aktivitas lain. Pengguna dapat menampilkan mobilitas selama periode tertentu, merangkum perjalanan pekerjaan, atau sekadar melihat kembali tempat-tempat yang pernah dikunjungi.

Meski prosesnya terlihat sederhana, pengguna tetap perlu memperhatikan data yang akan dibagikan. Riwayat lokasi dapat mengandung informasi mengenai tempat tinggal, tempat kerja, atau lokasi lain yang bersifat pribadi.

Karena itu, sebelum mengunggah hasil visualisasi ke media sosial, periksa kembali rute yang terlihat dalam video. Jika terdapat lokasi yang tidak ingin diketahui orang lain, pengguna dapat memilih periode berbeda atau mengedit video sebelum membagikannya.

Tren ini pada akhirnya memberikan cara baru untuk memanfaatkan data Linimasa Google Maps. Dengan mengekspor riwayat lokasi dan mengolahnya melalui layanan visualisasi, perjalanan yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai data dapat berubah menjadi video yang lebih menarik.

Pengguna pun dapat mengikuti tren tersebut tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Selama data perjalanan tersedia dan layanan visualisasi dapat diakses, jejak perjalanan dapat dibuat menjadi animasi yang siap dibagikan ke TikTok, Instagram, maupun platform media sosial lainnya.

Tren Linimasa Google Maps yang menampilkan visualisasi perjalanan dari riwayat lokasi Google Maps belakangan menarik perhatian pengguna media sosial TikTok.

(seo)

No more pages