Logo Bloomberg Technoz

Kopi dikenal sebagai salah satu sumber kafein yang cukup tinggi. Senyawa tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap pengeluaran energi dan proses metabolisme tubuh.

Namun, kafein bukan satu-satunya komponen yang menarik perhatian. Kopi juga mengandung asam klorogenik, yaitu salah satu jenis polifenol yang berkaitan dengan proses metabolisme serta pengaturan gula darah.

Kandungan kafein dalam kopi disebut dapat memberikan dukungan moderat terhadap penurunan berat badan, indeks massa tubuh atau BMI, serta lemak tubuh. Efek tersebut tetap perlu dipahami sebagai manfaat yang relatif kecil, bukan sebagai solusi utama.

Kopi juga diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap sel lemak dan mikrobioma usus. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi berkafein dalam jumlah tertentu dengan komposisi lemak tubuh yang lebih rendah.

Salah satu penelitian yang disebutkan menemukan bahwa konsumsi satu hingga tujuh cangkir kopi per minggu, terutama kopi berkafein tanpa gula atau dengan sedikit gula, berkaitan dengan pengurangan lemak tubuh total.

Hubungan tersebut juga terlihat pada lemak perut bagian tengah dan lemak visceral. Lemak visceral merupakan lemak yang berada di sekitar organ dalam dan berkaitan dengan risiko kesehatan metabolik.

Namun, konsumsi kopi dalam jumlah lebih banyak tidak otomatis memberikan manfaat yang sama. Karena itu, meningkatkan jumlah konsumsi kopi secara berlebihan bukan strategi yang tepat untuk mengejar penurunan berat badan.

Dietitian Rachael Ajmera juga mengingatkan bahwa kopi tidak dapat dianggap sebagai solusi ajaib. Cara penyajian kopi justru dapat menentukan seberapa besar manfaatnya dalam pola makan.

"Namun, perlu diingat bahwa apa yang Anda masukkan ke dalam kopi dapat berdampak besar pada potensi manfaat penurunan berat badan. Meskipun kopi hitam polos rendah kalori, menambahkan banyak gula, sirup perasa, dan krimer dapat dengan cepat meningkatkan kandungan kalori dan meniadakan potensi manfaat apa pun," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jenis tambahan pada kopi perlu diperhatikan. Kopi hitam tanpa pemanis memiliki karakter yang berbeda dari minuman kopi yang mengandung banyak gula, sirup, atau krimer tinggi kalori.

Bagaimana Teh Hijau Membantu Pengelolaan Berat Badan?

Teh hijau memiliki mekanisme yang berbeda meskipun juga mengandung kafein. Menurut Dietitian Johannah Katz, minuman tersebut mengandung katekin, terutama EGCG, yang dapat bekerja bersama kafein.

Senyawa tersebut disebut dapat memberikan pengaruh kecil terhadap pengeluaran energi dan proses oksidasi lemak. Efeknya membuat teh hijau sering dikaitkan dengan strategi pengelolaan berat badan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan beberapa kemungkinan mekanisme lain. Teh hijau dapat membantu pengelolaan berat badan melalui pengaruh terhadap nafsu makan, penyerapan lemak, dan penggunaan energi oleh tubuh.

Namun, efek tersebut tidak berarti mengonsumsi teh hijau secara rutin akan langsung menyebabkan penurunan berat badan dalam jumlah besar. Hasilnya tetap dipengaruhi keseluruhan pola hidup seseorang.

Teh hijau tanpa pemanis juga dapat memberikan manfaat tidak langsung ketika digunakan sebagai pengganti minuman manis. Mengganti minuman dengan kandungan gula tinggi dapat membantu mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh.

Ajmera menjelaskan bahwa perubahan sederhana seperti mengganti minuman manis dengan teh hijau dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Teh hijau juga merupakan pilihan cerdas jika Anda saat ini mengonsumsi minuman manis. Cukup mengganti minuman manis dengan teh hijau tanpa pemanis dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan tanpa terasa seperti pembatasan," tambah Ajmera.

Dengan demikian, manfaat teh hijau tidak hanya berasal dari kandungan senyawa aktifnya. Penggunaannya sebagai pengganti minuman tinggi kalori juga dapat membantu seseorang mengontrol asupan energi harian.

Kopi Vs Teh Hijau

Ketika kopi dan teh hijau dibandingkan secara langsung, kopi disebut memiliki sedikit keunggulan dalam konteks penurunan berat badan. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah kandungan kafeinnya yang umumnya lebih tinggi.

Kafein sendiri telah dikaitkan dengan dukungan terhadap pengurangan berat badan, BMI, dan lemak tubuh dalam jumlah moderat. Namun, keunggulan kopi tersebut tidak berarti perbedaannya dengan teh hijau sangat besar.

Johannah Katz menekankan bahwa kedua minuman masih dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung pengelolaan berat badan. Hal terpenting adalah bagaimana minuman tersebut dikonsumsi.

"Kopi tanpa pemanis mungkin memiliki sedikit keunggulan untuk penurunan berat badan. Terutama karena kopi biasanya mengandung lebih banyak kafein, dan kafein telah terbukti sedikit mendukung pengurangan berat badan, BMI, dan lemak tubuh. Peningkatan asupan kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan penambahan berat badan jangka panjang, sementara penambahan gula meniadakan manfaat tersebut," jelas Katz.

Sementara itu, teh hijau tetap memiliki keunggulan tersendiri. Minuman tersebut dapat menjadi alternatif ketika seseorang ingin mengurangi konsumsi minuman manis tanpa harus sepenuhnya menghilangkan kebiasaan menikmati minuman beraroma.

"Teh hijau tanpa pemanis (dingin atau panas) bisa menjadi pengganti yang bermanfaat jika menggantikan minuman manis. Dan mungkin dapat memberikan sedikit peningkatan metabolisme," imbuh dia.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pilihan minuman bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan penurunan berat badan. Dampak kopi maupun teh hijau relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan kebiasaan hidup.

Strategi Menurunkan Berat Badan

Ilustrasi Teh Hijau (envato)

Mengandalkan kopi atau teh hijau saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil penurunan berat badan yang berkelanjutan. Pengaturan pola makan tetap menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan energi sekaligus nutrisi tubuh.

Aktivitas fisik juga perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Memilih jenis aktivitas yang disukai dapat membantu seseorang mempertahankan kebiasaan bergerak dalam jangka panjang.

Tidur juga tidak boleh diabaikan. Kualitas dan durasi tidur yang baik dapat mendukung pengelolaan berat badan sekaligus membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.

Pengelolaan stres menjadi faktor lainnya. Stres yang tidak terkelola dapat memengaruhi kebiasaan makan, pola tidur, dan aktivitas harian, sehingga pada akhirnya dapat menghambat upaya menjaga berat badan.

CDC merekomendasikan sejumlah strategi untuk membantu proses penurunan berat badan. Salah satunya adalah mencatat kebiasaan sehari-hari agar seseorang dapat memahami kondisi awal dan mengetahui perubahan yang terjadi.

Menetapkan tujuan yang spesifik dan berjangka pendek juga dapat membantu menjaga fokus. Target yang realistis cenderung lebih mudah dipantau dibandingkan tujuan yang terlalu besar dalam waktu singkat.

Menemukan aktivitas yang benar-benar disukai juga menjadi bagian penting. Ketika olahraga atau aktivitas fisik terasa menyenangkan, seseorang berpeluang lebih konsisten menjalankannya.

Dukungan dari lingkungan sekitar juga dapat membantu. Membangun sistem pendukung membuat proses perubahan kebiasaan tidak harus dilakukan sendirian.

Pada akhirnya, kopi mungkin memiliki sedikit keunggulan dibandingkan teh hijau dalam kaitannya dengan penurunan berat badan, terutama karena kandungan kafeinnya. Namun, perbedaannya tidak cukup besar untuk menjadikan kopi sebagai solusi utama.

Baik kopi maupun teh hijau dapat menjadi pilihan selama dikonsumsi tanpa banyak tambahan gula dan bahan tinggi kalori. Yang lebih menentukan adalah konsistensi dalam menjaga pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan pengelolaan stres.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, konsumsi kopi atau teh hijau dapat menjadi bagian kecil dari kebiasaan yang mendukung pengelolaan berat badan. Keduanya sebaiknya tidak diposisikan sebagai minuman ajaib untuk membakar lemak, melainkan sebagai salah satu pilihan dalam pola hidup yang lebih sehat.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait