Logo Bloomberg Technoz

Jack Ma, yang membantu mengubah usaha e-commerce kecil yang dijalankan dari apartemennya menjadi salah satu konglomerat teknologi paling berpengaruh di China, dalam beberapa tahun terakhir telah memainkan peran yang lebih aktif dalam mendukung perusahaan. South China Morning Post sebelumnya melaporkan pembelian saham yang dilakukan Ma.

Pemimpin dan icon e-commerce China ini pada 2026 semakin mengukuhkan posisinya sebagai pelopor AI global setelah produk andalannya, Qwen, menjadi keluarga model AI terpopuler di dunia. Penggalangan dana pekan ini mencerminkan tekad Alibaba untuk mengungguli para rivalnya asal China macam Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. dalam upaya menentukan batas terdepan pengembangan AI.

Jack Ma Membeli Saham Alibaba untuk Menunjukkan Dukungan terhadap Pengembangan AI (Bloomberg)

Alibaba telah melepas sejumlah aset dan berjanji akan mengucurkan lebih dari 380 miliar yuan atau US$56,5 miliar selama tiga tahun untuk AI, mulai dari chip dan pusat data hingga pengembangan model bahasa berskala besar.

Namun, upaya untuk menantang Anthropic PBC dan OpenAI telah mulai mengikis margin laba, sementara konsumsi domestik yang lesu terus membebani bisnis ritel daring andalannya. Perusahaan ini meningkatkan belanja modalnya pada kuartal Juni menjadi hampir US$10 miliar dan menyatakan bahwa mereka memfokuskan upaya pada daya saing jangka panjang.

Minggu lalu, Wu menekankan bahwa investasi Alibaba mulai membuahkan hasil. Perusahaan memperkirakan pendapatan tahunan dari produk AI akan mendekati IS$10 miliar pada kuartal ini, naik dari sekitar US$7,3 miliar pada periode April hingga Juni. Para eksekutif mengatakan pada saat itu bahwa perusahaan seharusnya dapat mengembalikan investasi AI secara keseluruhan dalam jangka waktu tiga tahun.

(bbn)

No more pages