Melesatnya IHSG hingga balik arah merupakan efek langsung dari menguatnya saham–saham unggulan yang berbisnis pertambangan emas dan pendukungnya, seperti halnya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Berikut di antaranya berdasarkan data Bloomberg:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menambah 4,05 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk Tbk (BRMS) menambah 2,99 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menambah 2,96 poin
- PT Merdeka Gold ResourcesTbk (EMAS) menambah 2,8 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) mengurangi 2,42 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 2,21 poin
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengurangi 1,35 poin
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengurangi 0,99 poin
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengurangi 0,79 poin
- PT Golden Flower Tbk (POLU) mengurangi 0,5 poin
Adapun saham–saham unggulan LQ45 lainnya juga menjadi penopang penguatan IHSG adalah PT Indika Energy Tbk (INDY) yang berhasil menguat 2,95%, PT Indofood CBP Tbk (ICBP) terapresiasi 1,95%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bertambah 1,86%, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 1,25%.
(fad/aji)
No more pages





























