Ketika ke Badan Pangan Nasional (Bapanas), utamanya untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan pemerintah.
Keempat ke Badan Karantina Nasional (Barantin) untuk peningkatan kualitas dan keamanan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum, untuk pembangunan infrastruktur pertanian, dan Kementerian kooridnator Bidang Pangan, utamanya untuk koordinasi dan pengendalian kebijakan di bidang pangan.
Dengan anggaran tersebut, pemerintah mengharapkan sejumlah output strategis untuk bidang ketahanan pangan di tahun 2027 antara lain pengembangan kawasan padi seluas 2,7 juta hektare dan cetak sawah seluas 100 ribu hektare.
Selain itu pemerintah juga menargetkan adanya optimasi lahan pertanian seluas 200.000 hektare, bantuan alsintan prapanen subsektor tanaman pangan sebanyak 23.528 unit, revitalisasi lahan garam seluas 616 hektare, pengembangan jaringan irigasi seluas 55.765 ha, dan pengembangan bendungan sejumlah 14 unit.
Pemerintah juga mengharapkan adanya peningkatan fasilitas bagi 400 kampung nelayan, penyaluran bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan kepada 5.000 orang, dan gerakan pangan murah kepada 38 kelompok masyarakat.
Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) turut memberikan dukungan dalam program ketahanan pangan di tahun 2027 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang direncanakan sebesar Rp473,6 miliar.
Dukungan DAK tersebut dialokasikan melalui DAK Fisik dan DAK Nonfisik. DAK Fisik dialokasikan melalui Bidang Pertanian untuk mendukung distribusi pertanian dan DAK Fisik Bidang Konektivitas Subbidang Jalan–Tematik Kawasan Produksi Pangan Nasional sebesar Rp397,4 miliar. Selanjutnya, DAK Nonfisik dialokasikan melalui Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian sebesar Rp76,2 miliar.
Sementara ,target output ketahanan pangan melalui TKD Tahun 2027 antara lain dengan pembangunan jalan usaha tani sebanyak 23 unit, pembangunan unit olahan pakan ternak sebanyak 6 unit, dan pembangunan/renovasi balai penyuluhan pertanian dan penyediaan sarana pendukungnya sebanyak 20 unit.
Selain itu, terdapat pula pembangunan screen house modern holtikultura sebanyak 8 unit, pembangunan/renovasi pusat kesehatan hewan sebanyak 16 unit dan peningkatan efektivitas operasional penyuluhan balai penyuluhan pertanian melalui pelatihan di 20 daerah.
(ell)




























