Logo Bloomberg Technoz

Saham Paling Untung dan Rugi di Eropa Imbas Panas Ekstrem

News
25 August 2026 16:00

Warga menggunakan kipas menaiki bus di dekat Menara Eiffel saat gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Anita Pouchard Serra/Bloomberg)
Warga menggunakan kipas menaiki bus di dekat Menara Eiffel saat gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Anita Pouchard Serra/Bloomberg)

Olivia Levieux - Bloomberg News

Bloomberg, Meski gelombang panas di Eropa akhirnya mereda, para manajer investasi mengatakan mereka masih berupaya memahami dampak perubahan iklim terhadap portofolio mereka.

Pictet Asset Management mengatakan klien mulai banyak menanyakan risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh cuaca panas ekstrem. Nuveen memperkirakan kekeringan di Eropa akan segera memengaruhi credit spread perusahaan. Sementara itu, manajer investasi Rathbones Asset Management David Harrison optimistis terhadap perusahaan yang bergerak di bidang solusi iklim dan infrastruktur jaringan listrik.


“Adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim merupakan salah satu tema investasi terpenting dalam dekade mendatang, tetapi juga yang paling sulit dinavigasi,” kata Katie Self, senior investment manager di Pictet.

Dampaknya semakin terlihat pada masing-masing perusahaan. Isu yang sebelumnya didominasi sektor utilitas kini meluas ke sektor keuangan, industri, dan kesehatan. Laporan terbaru perusahaan global mencatat penyebutan cuaca panas ekstrem lebih banyak dari sebelumnya, berdasarkan analisis BloombergNEF. Penyebutan Sungai Rhine dan tingkat permukaan air dalam paparan kinerja perusahaan juga mencapai level tertinggi sejak 2018.