"Kalau rehabilitasi kan bukan KUR. [..] Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda," jelasnya.
Untuk diketahui, Desa Sade merupakan salah satu permukiman tradisional Suku Sasak yang berada di Lombok. Kawasan tersebut telah dikenal sebagai tujuan wisata budaya selama puluhan tahun dan menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 22.05 WITA mengakibatkan 75 rumah adat, 69 artshop, 8 lumbung alang, serta sejumlah fasilitas adat lainnya hangus.
Kebakaran juga memusnahkan sejumlah benda pusaka, seperti keris, tombak dan klewang, serta peralatan seni Peresean, Gendang Beleq, Gong Tua ritual, dan naskah-naskah kuno berbahasa Sanskerta.
Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Barat kini melakukan pendataan dampak dan penyusunan peta tindak lanjut untuk memastikan proses pemulihan tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya masyarakat Sasak.
(prc/ell)





























