Nilai neptu untuk hari dalam kalender Jawa terdiri atas Senin sebesar 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, dan Minggu 5.
Sementara itu, masing-masing pasaran juga mempunyai nilai tersendiri. Legi memiliki neptu 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, sedangkan Kliwon mempunyai nilai neptu 8.
Sebagai contoh, Selasa Legi mempunyai nilai neptu 8. Angka tersebut diperoleh dari neptu Selasa sebesar 3 yang ditambahkan dengan neptu Legi sebesar 5.
Contoh lainnya adalah Jumat Kliwon. Weton tersebut mempunyai neptu 14 yang berasal dari nilai Jumat sebesar 6 dan Kliwon sebesar 8.
Kalender Jawa September 2026 Lengkap
Pada September 2026, setiap tanggal mempunyai kombinasi weton dan pasaran yang berbeda. Rangkaian tersebut berlangsung secara berurutan mengikuti siklus tujuh hari dan lima pasaran.
Tanggal 1 September 2026 jatuh pada Selasa Legi, bertepatan dengan 18 Mulud 1960 Jawa dan mempunyai neptu 8. Sehari berikutnya, 2 September merupakan Rabu Pahing dengan neptu 16.
Pada 3 September, masyarakat akan memasuki Kamis Pon dengan neptu 15. Kemudian 4 September jatuh pada Jumat Wage dengan neptu 10.
Tanggal 5 September merupakan Sabtu Kliwon. Weton tersebut mempunyai neptu 17. Berikutnya, 6 September bertepatan dengan Minggu Legi yang mempunyai neptu 10.
Pada 7 September terdapat Senin Pahing dengan neptu 13. Kemudian 8 September merupakan Selasa Pon dengan neptu 10.
Tanggal 9 September jatuh pada Rabu Wage dengan neptu 11. Selanjutnya, 10 September merupakan Kamis Kliwon dengan neptu 16.
Memasuki pertengahan bulan, 11 September jatuh pada Jumat Legi dengan neptu 11. Tanggal 12 September merupakan Sabtu Pahing dengan neptu 18, menjadi salah satu weton dengan nilai neptu tertinggi pada bulan tersebut.
Tanggal 13 September bertepatan dengan Minggu Pon yang mempunyai neptu 12. Hari berikutnya, 14 September merupakan Senin Wage dengan neptu 8.
Pada 15 September terdapat Selasa Kliwon dengan neptu 11. Kemudian 16 September merupakan Rabu Legi dengan nilai neptu 12.
Tanggal 17 September jatuh pada Kamis Pahing dengan neptu 17. Sementara itu, 18 September merupakan Jumat Pon dengan neptu 13.
Tanggal 19 September bertepatan dengan Sabtu Wage dengan neptu 13. Kemudian 20 September merupakan Minggu Kliwon dengan nilai neptu 13.
Berlanjut pada 21 September, tanggal tersebut jatuh pada Senin Legi dengan neptu 9. Selanjutnya, 22 September merupakan Selasa Pahing dengan neptu 12.
Tanggal 23 September menjadi Rabu Pon dengan neptu 14. Kemudian 24 September jatuh pada Kamis Wage dengan neptu 12.
Pada 25 September, kalender Jawa menunjukkan Jumat Kliwon dengan neptu 14. Tanggal 26 September merupakan Sabtu Legi dengan neptu 14.
Tanggal 27 September jatuh pada Minggu Pahing dengan neptu 14. Kemudian 28 September merupakan Senin Pon dengan nilai neptu 11.
Menjelang akhir September, 29 September jatuh pada Selasa Wage dengan neptu 7. Adapun 30 September menjadi Rabu Kliwon dengan neptu 15.
September 2026 Berada di Dua Bulan Jawa
Selain perubahan weton setiap hari, kalender Jawa September 2026 juga menunjukkan adanya pergantian bulan dalam sistem penanggalan Jawa.
Pada awal September, kalender Jawa masih berada dalam bulan Mulud 1960 Jawa. Tanggal 1 September 2026 bertepatan dengan 18 Mulud 1960 Jawa.
Bulan Mulud kemudian berlangsung hingga 13 September 2026. Tanggal tersebut menjadi 30 Mulud 1960 Jawa sekaligus menandai penghujung bulan Mulud dalam kalender Jawa.
Setelah itu, kalender memasuki bulan Bakda Mulud. Pergantian tersebut terjadi pada Senin, 14 September 2026 yang bertepatan dengan 1 Bakda Mulud 1960 Jawa.
Artinya, September 2026 mencakup dua bagian bulan dalam penanggalan Jawa. Bagian pertama merupakan penghujung Mulud, sedangkan bagian kedua menjadi awal bulan Bakda Mulud.
Rinciannya dimulai pada Selasa, 1 September 2026 yang bertepatan dengan 18 Mulud 1960 Jawa. Kemudian Minggu, 13 September 2026 menjadi 30 Mulud 1960 Jawa.
Selanjutnya, Senin, 14 September 2026 menjadi 1 Bakda Mulud 1960 Jawa. Hingga akhir bulan, Rabu, 30 September 2026 bertepatan dengan 17 Bakda Mulud 1960 Jawa.
Keberadaan kalender Jawa hingga saat ini menunjukkan bahwa sistem penanggalan tradisional tersebut masih mempunyai tempat di tengah masyarakat. Meskipun kalender Masehi menjadi acuan utama dalam aktivitas administrasi dan kehidupan modern, kalender Jawa tetap digunakan oleh sebagian masyarakat untuk kebutuhan tertentu.
Weton dan neptu juga masih dikenal dalam berbagai tradisi masyarakat Jawa. Sebagian orang menggunakannya sebagai bahan pertimbangan ketika menentukan waktu pelaksanaan kegiatan tertentu berdasarkan kebiasaan dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Penggunaan weton dalam menentukan hari baik merupakan bagian dari tradisi budaya dan tidak menjadi ketentuan resmi dalam penanggalan nasional. Karena itu, pemanfaatannya sangat bergantung pada kebiasaan, keyakinan, serta latar belakang masing-masing masyarakat.
Selain fungsi praktis tersebut, kalender Jawa memiliki nilai budaya yang penting. Sistem penanggalan ini menjadi salah satu bentuk warisan pengetahuan tradisional yang terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Dengan mengetahui kalender Jawa September 2026, masyarakat dapat melihat secara lebih lengkap perpaduan tanggal Masehi, tanggal Jawa, weton, pasaran, serta nilai neptu sepanjang bulan.
Informasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sistem penanggalan tradisional tetap bertahan dan berjalan berdampingan dengan kalender modern. September 2026 menjadi salah satu periode yang memperlihatkan kesinambungan tersebut, terutama dengan adanya pergantian dari bulan Mulud menuju Bakda Mulud.
Bagi masyarakat yang masih menggunakan weton sebagai bagian dari tradisi keluarga, daftar kalender Jawa September 2026 dapat menjadi referensi untuk melihat kombinasi hari dan pasaran setiap tanggal.
Sementara bagi masyarakat umum, kalender tersebut dapat menjadi tambahan wawasan mengenai salah satu warisan budaya Jawa yang masih dikenal hingga sekarang.
(seo)






























